BOCAH PINGGIR SEGORO ITU TERUS MENYUARAKAN KEGELISAHAN BUKIT KARST

309

RONGKOP – Jumat Pon | Bekti Wibowo Suptinarso, Kandidat Bupati dari independen makin lantang menyuarakan hancurnya kawasan karst di Gunungkidul. Tatkala anggota DPRD membisu, gejolak jiwanya makin menguat. Mekipun lemah, kedua jemari tangannya mengepal, tanda geram dan geregetan.

“Raungan gergaji mesin sayup-sayup terdengar dari kejauhan, suara gemeretak pohon tumbang dan dentuman breaker dari backhoe mulai terdengar sepertiĀ  tembakan AK47, semakin lama-semakin dekat. Pastilah breaker itu menghujam gunung-gunung karst dan mendongkelnya untuk diratakan menjadi jalan lebar yang dibangun bukan untuk rakyat yang dipinggirkan . Tinggal menunggu waktu backhoe – backhoe itu akan menerjang dan merobohkan rumah-rumah, menyingkirkan tempat bermain anak desa, melumat tempat mereka lahir dan tumbuh dewasa,” ujarnya (15/08).

GUNUNGKIDUL MENCARI PEMIMPIN YANG IKHLAS BERKURBAN, BUKAN KARENA INGIN MAKAN DAGING SAPI

Ada yang berteriak memang, lanjutnya, ini tanda ada yang belum sepakat. Ada rakyat yang belum sepakat, tetapi apalah arti teriakan itu bagi penguasa, karena penguasa bukan pelayan rakyat. Seribu teriakan pun tidak akan didengar ketika yang dilayani bukan rakyat, tapi pemilik modal yang akan menyemai modalnya di sekitar jalan besar itu.

Tidak sedikit warga yang mengharap Bekti Wibowo Suptinarso serius dengan keinginannya untuk memimpin Gunungkidul, supaya penghancuran bukit karst berhenti total. (Bambang Putih)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.