Sumur Kaligawe Sezaman Dengan Pangeran Samber Nyowo

221

NGLIPAR – Jumat Pon | Pengikut tokoh legendaris, penentang Kompeni Belanda (VOC), Pangeran Samber Nyowo, pernah tinggal di Natah Kulon, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Waga setempat mengenalnya, pengikut tersebut bernama Bul Kiyo (Ki Jambul Kariyo).

Sebagaimana dituturkan Kades Natah, Wahyudi, warga Natah Kulon meyakini, bahwa Bul Kiyo merupakan salah satu pengikut setia Pangeran Samber Nyowo.

Usai Jalan Kaki Tiga Kilometer, Makan Ingkung dan Nasi Uduk

Karena Sang Pangeran diburu VOC, dan lari ke Ponorogo, Jambul Kariyo memutuskan menetap di Padukuhan Natah Kulon. Dalam hal ini, penduduk mempercayai, bahwa sumur yang berada di tepi Kaligawe adalah buatan Ki Jambul Kariyo.

Sepanjang zaman, berseiring dengan Perjanjian Giyanti Tahun 1755 menurut Kades Wahyudi,  Sumur Bulkiyo tidak pernah kering. Itu sebabnya warga Natah Kulon setiap tahun melakukan Yadra atau Yadri (bahasa Arab: red) yang diucapkan Nyadran oleh orang Jawa.

Yadri, yadra,  maknanya paham, mengerti, atau berilmu. Nyadran dimaksudkan tidak jauh dari bahasa aslinya bahwa warga paham benar kalau Sumur Kaligawe petilasan Ki Jambul Kariyo, memberi manfaat kepada masyarakat.

Ekspresi syukur karena sumber air tidak pernah mati diungkapkan warga dalam bentuk menyajikan 50 ayam panggang untuk dimakan bersama dan dibagikan ke masyarakat.

Posisi Sumur Bulkiyo masuk melalui jalan setapak sejauh 40 meter dari jalan desa. Tahun depan, menurut rencana, jalan tersebut akan diperbaiki. (Bambang Putih)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.