NGLIPAR – Rabu Legi | Kirab budaya semakin ngetrend dan digemari. Warga Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, DIY, kirab mengelilingi desa sepanjang 3 kilometer. Rampung pawai, mereka berkumpul di balai desa untuk makan ingkung bersama.
Warga Natah Wetan, Natah Kulon, Pringombo, Ngadirejo, Ngelorejo, Blembeman 1, dan Blembeman 2, pamer seni budaya dituntun mobil kepolisian.
Desa Siraman Gelorakan Semangat Perjuangan Melalui Lomba Pengagungan
Wahyudi, Kades Natah menyatakan, sebelum dia menjabat Kepala Desa, kirab seperti itu tidak pernah dilakukan. Mulai 2014, ujar Wahyudi, kirab budaya dikaksanakan rutin saban tahun.
Menurutnya, kirab ini mencerminkan kebersamaan. Tandanya, setelah kirab peserta masuk balai desa untuk makan bareng-bareng. Tamu undangan berbaur dengan masyarakat menikmati ingkung dan nasi uduk.
Konon, kirab yang dilakukan warga adalah menyongsong Bersih Desa yang dilaksanakan 15 Agustus 2019.
Seluruh potensi seni diarak keliling perkampungan, mulai dari seni budaya yang populer dan benar-benar hidup di tengah masyarakat, hingga seni yang nama, juga asal- usulnya tidak begitu jelas.
Yang populer, kata Wahyudi, adalah Bregodo perempuan. Kelompok ini merupakan barisan yang meniru kirab prajurit Kasultanan Jogja. (Bambang Putih)





