PATUK, Rabu Legi – Perang camilan melawan kue pabrikan gencar dilakukan. Ibu-ibu tingkat RT didorong membuat makanan olahan berbahan baku gaplek. Membuat camilan lokal bertujuan untuk suguhan manakala ada tamu. Fakta menunjukkan, meja tamu tak berisi produk lokal, melainkan roti buatan pabrik.
Hari Ulang Tahun Republik Indonesia HUT-RI, sampai kapan pun senantiasa dijadikan moment berkreasi untuk mengisi kemerdakaan.
Melalui aneka lomba, pemerintah tingkat padukuhan mendorong ibu-ibu PKK membuat camilan (makan) berbahan baku ketela.
“Tujuan utama bukan untuk dijual, melainkan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk jamuan tamu” kata Indah, warga RT 28, Padukuhan Putat Wetan, 8/8.
Indah dan kelompoknya membuat kue bolu, dengan bahan utama tepung gaplek. Dari sisi tampilan, orang tak percaya bahwa kue kreasi Indah dan kawan-kawan, berasal dari tepung gaplek.
“Setelah dicicipi, terasa benar, bolu kreasi RT 28 tidak beda dengan tiwul,” ujar Dian Febro, salah satu tim penilai lomba merakit makanan dari tepung gaplek.
Dian menyatakan, makanan seperti ini jarang ditemukan di meja tamu warga. Yang ada di sana, kata Dia, kebanyakan adalah makanan dalam toples, bahkan roti kaleng kong guan.
Reporter: Maretha
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…