PERISTIWA

Catut Ribuan Warga untuk Mendukung Salah Satu Pasangan Independen dua Pamong Didemo

PATUK – KAMIS LEGI | Ratusan warga Kalurahan Nglegi, Kapanewon Patuk, mendatangi balai Kalurahan. Mereka menuntut mundur dua pamong dari jabatannya, lantaran telah mencatut ribuan warga untuk mendukung pasangan calon independent pada Kamis, (13/08/2020) siang.

Koordinator Aksi, Amri Nugroho mengatakan, masyarakat di Kalurahan Nglegi merasa dikhianati, pasalnya sekitar 2.000 warga yang memiliki E-KTP dicatut dua pamong desa yakni Wartono ,Dukuh Gedoro dan Sudiyono Ulu-ulu Nglegi.

“Ratusan warga yang tak terima kemudian melakukan unjuk rasa di depan kalurahan setempat,” katanya.

Meski telah mengakui menjual E-KTP warga, keduanya menolak untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai pamong Desa Nglegi. Hal itu membuat kegaduhan atas aksi demo warga yang menuntut mundur.

“Keduanya ini tetap menolak tidak akan mundur, mungkin kedepannya kami akan menyeret keduanya ke jalur hukum,” jelasnya.

Ia mengatakan, warga sudah menyiapkan aturan perundang-undangan yang akan digunakan untuk menuntut keduanya. Kedepannya, warga akan melaporkan kasus ini ke Polres Gunungkidul.

“Apapun alasannya nanti di pengadilan kami tetap akan menuntut keduanya mundur,” ucapnya.

Menurut informasi, saat ini ada 2.500 warga yang memiliki E-KTP di Kalurahan Nglegi. Namun terdapat 2.900 warga yang terdaftar mendukung calon independent. Setelah data ditelusuri masyarakat, ternyata data tersebut merupakan PNS, Polri, dan TNI, ironisnya warga yang telah meninggal dunia juga dicatut namanya.

Sementara itu, Lurah Nglegi, Wasdiyanto mengatakan, pihaknya memastikan dirinya tidak terlibat dalam pencatutan. Di hadapan Wasdiyanto keduanya memang telah mengakui perbuatannya dan dituntut untuk mundur, namun keduanya enggan memutuskan pengunduran diri.

“Saya baru jadi lurah tujuh bulan ini, jadi tidak tau, saya juga sudah mediasi secara internal, dan mereka pun juga sudah mengakui,” ucapnya.

Diduga salah satu faktor yang mendasari keduanya akibat ekonomi.

“Kalau tidak faktor ekonomi karena uang apalagi?,” tandasnya. (HRY)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

2 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

2 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

2 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

2 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

2 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

2 hari ago