WONOSARI, Sabtu Kliwon-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, meminta pada ceramah Hari Raya Idu Fitri tahun ini untuk bisa menjaga nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Menjelang pemilu, mimbar dakwah tidak digunakan untuk ajang politik praktis.
Kepala seksi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul H. Arief Gunadi, S.Ag, M.Pd.I, Jumat (08/06) mengatakan, menyikapi Hari Raya Idul fitri banyak para penceramah bertebaran di daerah, untuk menghindari kondisi tidak berimbang di masyarakat akan ada pemantauan secara intensif, agar tidak ada menyampaikan materi bernuansa memecah belah persatuan dan kesatuan.
“Pelaksanaan salat Idul Fitri supaya berjalan lancar, dan bisa menjaga nilai-nilai toleransi antar umat beragama,” harapnya.
Dijelaskan pula bahwa para penceramah yang tersebar di masjid maupun lapangan di seluruh Kabupaten Gunungkidul total ada 1.135 titik. Semua diharap dapat menyejukkan situasi kondisi mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik. Oleh karenanya, jika terdeteksi Khotib atau Mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi pihaknya akan meminta naskah yang akan disampaikan pada saat ceramah shalat Idul fitri. Jika ada yang mencurigakan atau bermuatan politik akan dikonfirmasi, jika memang menyalahi aturan, hukumannya tidak lebih kepada sanksi sosial.
“Sebingga dalam menyikapi menjelang pemilu tidak menyalahgunaan mimbar dakwah salat Idul Fitri menjadi ajang politik praktis,” pungkasnya. (Jk)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…