“Tidak ada ritual khusus untuk mengambil bambu-bambu tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut Suhartoyo menyampaikan, tak semua orang bisa melihat bambu unik tersebut. Meskipun Ia tidak harus menjalani ritual di saat pengambilan, namun ia mampu merasakan adanya barang yang tak bisa dilihat dengan kasat mata oleh orang lain.
“Sejak duduk di bangku SMP kelas 2 saya memang sudah dididik oleh almarhum bapak untuk selalu prihatin, jadi mungkin ini hanya prihatin saja, makan pun dulu hanya nasi putih saja, tidak makan daging, namun setelah saya menikah saya mulai mengurangi kebiasaan saya seperti itu,” ucapnya.
Suhartoyo mengakui, koleksi bambu-bambu unik yang ia dapatkan juga laku laris di lapaknya. Bahkan bambu yang berjenis Ekor Naga pernah ditawar oleh orang dengan harga Rp 1 juta. Dengan tawaran harga tersebut, ia tidak mau melepaskan lantaran sulit untuk mencarinya.
“Jika memang ada orang yang membutuhkan ataupun memesan, mungkin saya bisa mencarikan,” pungkasnya. (hr)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…