OPINI

CUPU PANJALA DILIHAT DARI SISI TEOLOGI

Oleh: Bambang Wahyu – Senin Wage: 10-10-2022

 

BERBAGAI tanda berbentuk gambar tertentu yang muncul di atas kain kafan pembungkus tembikar Cupu Panjala selama ini dimaknai dari segi klenik. Ini satu paham yang cenderung menyeret pikiran manusia menyimpang dari kebenaran spiritual yang haq.

Keramik yang ditemukan Ki Sayek warga Mendak, Giri Sekar, Kapanewon Panggang, GunungkIdul DIY oleh si tukang pencari ikan di pesisir selatan beberapa puluh atau ratus tahun silam sesungguhnya tidak memiliki daya apapun.

Tembikar Semar Tinandu dan lain-lainya itu dibuat oleh manusia ahli memang iya, meski tidak diketahui secara pasti kapan benda itu diproses. Yang jelas bahan dasarnya adalah milik Allah SWT. Ini tidak bisa dibantah, karena semua yang tergelar di atas bumi di bawah langit adalah ciptaan-Nya.

Di dalam Surat Al-Baqarah Ayat 164 ditegaskan,” Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.”

Tembikar yang ditemukan Ki Sayek tidak hebat, tidak ada kekuatan apa pun. Yang maha hebat adalah pemilik-Nya, Allah Ta’la. Kesadaran begini penting, agar dalam memahami Cupu Pahala tidak kesasar.

Benda yang selalu dibungkus kain kafan berlapis-lapis tersebut dibuka oleh Juru Rumat Dwija Sumarta setiap Mangsa Kapat, guna mengetahui gambaran alam pertanian setahun ke depan (2022-2023).

Bukan barang aneh, jika di atas permukaan mori putih itu kemudian muncul gambar yang mirip kulit kayu, daun jagung, bulir padi, pohon jati, sapi, kera, bahkan manusia.

Beruntung, para petani mendapat sinyal tentang kemungkinan kondisi ekonomi setahun ke depan. Sesuai perkembangan gambaran yang muncul di dalam mori pembungkus Cupu Panjala bergeser ke ranah politik, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya.

Juru Rumat, atau Juru Kuci Cupu Panjala, Ki Dwija Sumarta sebelum membuka Cupu, faktanya memang tidak lepas dari upacara tertentu dengan membakar kemenyan dan komat-kamit melafal mantra.

Ini tidak perlu dipikir serius, karena Ki Dwijo Sumarto dalam memandu upacara ada kepentingan tertentu, maaf tidak etis jika disebutkan. Publik cukup paham, bahwa dalam prosesi pra upacara ada abon-abon, yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan sejumlah gambar yang kemungkinan bakal muncul pada kain kafan.

Pemahaman soal pembukaan Cupu Panjala pada Senin Wage malam Selasa Kliwon tanggal 10 malam 11 Oktober 2022 secara teologis harus diperbaharui. Apa pun yang terlukiskan dalam kain kafan perlu dikembalikan kepada Allah SWT. Manusia tidak bakal mampu menafsirkan tanda-tanda alam, karena hal tersebut bukan ranah dan kewenangannya.

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago