WONOSARI, SELASA LEGI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul mendesak Bupati Hj. Badingah, S.Sos dalam proses Pilpres 2019 agar bersikap netral. Hal tersebut dikemukakan Ketua DPD PAN Arif Setiadi, SIP. di kantor sekretariat, Senin (17/09).
“Kami, meminta dengan hormat agar Ibu Bupati tidak memihak ke salah satu pasangan calon presiden,” tegas Arif di depan sejumlah awak media.
Alasan yang dikemukkan Arif, normatif konstitusional, bahwa Bupati harus fokus menjalankan tugas keperintahan hingga tahun 2021.
Arif meminta hal itu karena PAN merupakan salah satu partai pengusung, bukan sekedar partai pendukung.
Suwondo, salah satu fungsionaris DPD PAN Gunungkidul menambahkan, bahwa partai pengusung beberapa kali menemui Bupati, tanpa merinci waktu pertemuan.
Pertama, menanyakan kebenaran berita, bahwa Badingah masuk jajaran Tim Sukses Jokowi-Ma ruf Amin sebagai Dewan Pembina.
“Terkait kabar tersebut, kami meminta Ibu Badingah membuat pernyataan resmi melaui media, tentang sikap, agar masyarakat mengetahui posisi Bupati,” kata Suwondo.
Kedua dalam pertemuan tertutup, demikian Suwondo menjelaskan, Bupati memilih netral, tetapi tidak terpublikasi. Maunya PAN, kata Suwondo, pernyataan Bupati diungkapkan secara terbuka.
Senin kemarin jam 14.00 Wib, media berusaha melakukan klarifikasi ke Bupati. Karena kesibukan, Badingah belum bersedia menerima wartawan. (Agung/ig)
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…