Senin Kliwon – Musik genre (jenis) dangdut digemari segala lapisan. Citranya memburuk ketika dibarengi dengan joget berlebihan. Kesan seronok makin lekat saat para penonton nimbrung bergoyang lengkap dengan aroma miras dan baku hantam. Musik dangdut pun mulai dipersalahkan.
Musik, dalam pengertian sangat umum adalah suara. Manusia tidak punya kekuatan mencipta suara, kecuali hanya diberi kewenangan mencari sumber suara.
Jengkerik, tokek, burung hantu, anjing, angin di pucuk cemara memainkan peran masing-masing. Suara mereka bisa dinikmati sebagai musik, bisa pula dicuekin karena tidak lebih dari getaran yang mengganggu telinga.
Yang pasti, siapapun tidak akan mampu menciptakan suara kodok yang lagi asyik ciblon atau berenang di tebat. Saya berkesimpulan, suara yang macam-macam jenis itu adalah sebuah karya agung. Hanya Tangan Agunglah yang memiliki managemen untuk melahirkannya.
Musik dangdut diihat dari prespektif demikian adalah agung, baik, menyenangkan dan bermanfaat. Belakangan, musik dangdut berubah menjadi seronok, kemudian menyebabkan sebagian orang berpaling. Itu yang norak, yang seronok bukan musiknya.
Harap berhati-hati dalam berfikir, menyalahkan musik ndangut sebagai bukan produk kebudayaan negeri tercinta adalah sama fatalnya dengan menyalahkan deru angin di pucuk cemara.
Manusia sebagai pelaku atau penikmat musik ndangdut tidak pernah menyadari, bahwa musik bisa dan sangat mudah untuk dieksploitir oleh penyanyi atas nama kebebasan berekspresi.
Tonton saja misalnya video konyol yang dilabel dangdut koplo, diperkosa di atas panggung pada link https://www.youtube.com/watch?v=pgFdPyD36d0. Atraksi seperti itu jumlahnya ribuan tersimpan di atas sana.
Pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo Repubblik Indonesia tidak melakukan tindakan apa-apa. Masyarakat bebas menonton berulang-ulang, termasuk bebas menggelar panggung super seronok di dunia nyata.
Kesimpulan saya sederhana, musik dangdut tidak salah, yang keliru adalah para-para yang mengatur agar ndangdut mendatangkan rejeki melimpah.
Penulis: Agung Sedayu
Tulisan di atas adalah opini. Oleh sebab itu penanggungjawab isi keseluruhan bukan pada Redaksi, melainkan pada penulis.
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…