Distribusi Pupuk Bersubsidi Diawasi Bupati, Aneka Benih Dikirim Dari Kementan

279

WONOSARI-RABU PON | Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta sangat serius dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi, agar petani segera menerima tanpa prosedur berbelit, dan diselewengkan. Bersamaan dengan pantauan pupuk, benih padi, jagung serta kedelai telah dikirim oleh Kementerian Pertanian.

“Keseriusan Bupati dibuktikan dalam kunjungan bersama Forkompinda memantau distribusi pupuk, baik urea bersubsidi di Gudang PUSRI Jeruk Wonosari, maupun Gudang PETROKIMIA di Mijahan, Semanu,” tulis Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Yuwono Raharjo, via WhatsApp, 28-9-2021.

Saat melakukan pantauan Bupati H. Sunaryanta, dibersamai Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, SE. Kapolres, Komandan Kodim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Wonosari serta Kepala Pengadilan Agama Gunungkidul.

Bupati bersama Forkompinda bertemu langsung dengan Produsen dan Distributor Pupuk Bersubsidi di Gunungkidul pada saat prosesi penebusan.

Pihak PUSRI maupun PETROKIMIA melaporkan, bahwa di distribusi pupuk bersubsidi tidak ada masalah.

Menjawab pertanyaan Ketua DPRD, bahwa petani yang tidak memiliki kartu tani bisa menebus pupuk dengan KTP sesuai yang tertera dalam RDKK.

Dilaporkan pula bahwa distributor yang hadir 5 masing masing 4 distributor pupuk urea yaitu CV. Fai Putra, KUD Mekar Rongkop, KUD Subur Semin, dan PT. PPI. Sementara distributor Petrokimia hadir CV. Kaneka.

PT PUSRI menyatakan bahwa stok di Gudang sebanyak 1.115 ton siap disitribusikan, siap ditambah apabila berkurang.

PT. PUSRI menjamin bahwa ketersediaan stok urea untuk petani Gunungkidul cukup.

“Sampai 28 September 2021 pupuk urea yang sudah disalurkan sebanyak 5.575 ton atau 31% dari kuota sebanyak 17.979 ton.

“Ini terbilang telah meningkat 10% dibanding serapan awal September, terang PT PUSRI.

Sementara itu salah satu distributor yakni KUD Mekar Rongkop menyatakan bahwa wilayah distribusinya meliputi 12 kios pupuk lengkap (KPL) di Kapanewon Rongkop, Girisubo, Tepus dan Tanjungsari.

“Semua sudah terlayani, sedangkan kuota pupuk sudah tercantum by name by adres seperti yang tertuang di RDKK masing masing,” ujar mereka.

Di luar pantauan pupuk oleh Bupati, Ir. Bambang Wisnu Broto menyampaikan hasil pemantauan lapangan ihwal persiapan musim tanam.

Dari laporan Bejo STP Koord PPL terlihat bahwa di Kapanewon Nglipar pengolahan lahan telah mencapai 60%.

Sementara kebutuhan benih petani dari bantuan pemerintah sudah sampai di petani atau poktan.

Menurut Ir. Bambang Wisnu Broto bahwa pemerintah pusat telah mendistribusikan benih padi gogo varitas Situbagendit sebanyak 4000 hektar dan benih padi khusus Inpari 24 sebanyak 50 hektar serta benih jagung hibrida dan kedelai masing masing untuk kebutuhan 482 hektar. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.