TUA itu hanya usia, namun gagasan cerdas, bijak dan santun yang dirunut oleh Pak Bambang menandakan jiwa mudanya tetap menggelora menatap masa depan bumi Handayani lebih baik.
Miose Sang Handayani 1, 2, dan 3 sejatinya mengandung makna filosofis yang bisa diadopsi dalam mewujudkan masa depan Bumi Handayani, terlebih Bupati dalam kampannye memilih slogan Gunungkidul Membangun.
Kita semua tentu berharap slogan tersebut tidak hilang ditelan ombak pantai selatan. Trilogi Handayani yang ditulis oleh Pak Bambang bisa menjadi rujukan.
Konsep dasar mengenai Tri Matra Pembangunan Desa menurut saya harus menjadi landasan bagi para Para pemangku kepentingan di Gunungkidul dalam menterjemahkan Gunungkidul membangun yaitu :
Pertama, Penguatan Kapabilitas-kapasitas, Ekonomi dan Budaya masyarakat desa. Pembangunan tidak semata berorientasi pada ekonomi, namun juga harus merangsek masuk ke wilayah budaya masyarakat desa sehingga berkembang secara bersamaan.
Kedua, Keragaman potensi desa yang ada di Gunungkidul perlu ditata dan diberdayakan sedemikian rupa untuk saling menunjang, melengkapi dan menguatkan roda perekonomian dan sosio kultur masyarakat di Bumi Handayani. Untuk itu perlu harmoni dan komprehensivitas dalam mengimplementasikan ” Gunungkidul Membangun” dengan bertumpu pada penguatan pembangunan desa.
Ketiga, Aspek sosial, lingkungan, budaya dan ekonomi dibangun secara seimbang. Pembangunan infrastruktur fisik, usaha ekonomi (salah satunya BUMDes) serta sosial budaya perlu dilakukan secara serentak, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sepi ing pamrih rame eng gawe itu baik dan bijak, tapi rame ing pamprih lan rame ing gawe, adalah wujud partisipasi yang elegan untuk dibudayakan saat ini.
Ini manuskrip lengkap MIOSE SANG HANDAYANI 1,2,3
MIOSE SANG HANDAYANI 1
Gunungkidul ing mangsa kawuri
Alas wingit ‘king tebih sinawang
Sato galak panunggune.
Jalma nerak keplayu
Asri wana caketing ati
Caket marga jinangka
Wonosari satuhu.
Sepisan ‘Nggung Pantjadirdja
Saking Pathi lumengser ing kutha nguni
Pasare Legi Selasa.
MIOSE SANG HANDAYANI -2
Sunaryanta kuwasa ngladeni
Sesarengan lan Herisusanto
Sinengkuyung kawulane
Patang tahun lumaku
Muga bisa ngluari janji
Janji ombak segara
Sedaya binujung
Dalan anba banyu rata
Among kisma mulya samiya den udi
Karsa sae tumeka
MIOSE SANG HANDAYANI 3
Wulan lima, pitulikur Mei
Sami suka mring Sewoko Projo
Pengetan ibu bumine
Muhung bontos ing ngelmu
Murih desa kebat makarti
Nunggal jiwa nunggal raga
Punika panuwun.
Aggayuh desa sembada
Sesantine cekap ngajeng cekap wingking
Sareng gesang sasama.
(Bambang Wahyu)
Dr. Tugiman adalah Akademisi asal Kedungpoh
kini Mengajar di UNPAD Bandung.
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…