PERISTIWA

Droping Air Lewat Tangki Masih Akan Berlanjut

WONOSARI-MINGGU PON | Lima tahun ke depan, penangan air bersih guna mencukupi keperluan 774.609 penduduk, oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah ditata rapih di dalam draf RPJMD 2021-2026. Sejumlah cara ditempuh, tetapi belum bisa meninggalkan model droping air dengan tangki. Mengapa, karena PDAM baru bisa mengeksplorasi potensi air sebesar 16,5%.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat PRKP Kabupaten Gunungkidul menyatakan, bahwa akhir tahun 2019, Kapanewon Saptosari serta Patuk belum ada akses ke PDAM.

“Akhir tahun 2020, penduduk yang belum terlayani air bersih sebesar 19,6%, atau 152.255 jiwa,” demikian yang tertulis dalam dokumen draf RPJMD 2021-2026.

Penduduk yang belum memperoleh layan air bersih tersebut menyebar secara tidak merata di 18 kapanewon.

Dalam dokumen RPJMD disebutkan bahwa 80,4% warga Gunungkidul telah terlayani air bersih, sementara fakta di lapangan menunjukkan bahwa angkanya berada di 66,64%.

Secara detail dinyatakan bahwa akses air bersih di Gunungkidul yang terlayani oleh PDAM 22,8%, Pansimas 1,8%, Spamdus 13,9%, Sumur Dangkal 0,14%, Sumur Pompa 10,4%, PAH 10,36% serta Bangunan Pelengkap Mata Air sebesar 7,3%, total 66,64%.

Tahun 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul merekomendasikan bahwa air PAH dan telaga tidak untuk keperluan minum. Air itu hanya bisa dimanfaatkan untuk mencuci.

Rekomendasi tersebut rupanya berpengaruh dan menyebabkan bahwa untuk 5 tahun ke depan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum bisa meninggalkan droping air bersih.

Faktanya masih ada 10 Kapanewon yang rawan air bersih terutama di musim kering.

Dalam dokumen draf RPJMD 2021-2026 disebutkan Kapanewon rawan kering itu terjadi di Panggang, Purwosari, Patuk, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Gedangsari, Semanu, Paliyan serta Kapanewon Saptosari.

Iring-iringan tangki air bersih diprediksi akan terus beroperasi di 10 Kapanewon, sebelum Pemerintah bisa mengoptimalkan potensi air bersih Wonosari, Seropan, Bribin dan Baron.

Potensi kapasitas air bersih per detik dari 4 sumber air itu sebesar 3.024, yang terangkat oleh PDAM baru 498,8 liter per detik. Baru 16,5%. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

7 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago