OPINI

PPKM DARURAT: PERTUMBUHAN EKONOMI TERUS MELAMBAT

KURNIASIH Mufidiyati, Anggota DPR RI menyoroti bahwa Pemerintahan Joko Widodo tidak konsisten dalam menerapkan PPKM Darurat. Kebijakan Jokowi sensitif emosional terlalu mementingkan pertumbuhan ekonomi.

Aturan PPKM Darurat memberangus seluruh warga negara Indonesia, sementara warga negara asing dibebaskan bergerak tanpa pembatasan.

Seperti diberitakan Kompas.com, anggota Komisi IX itu menemukan angka yang dilansir dari Kantor Keimigrasian, bahwa warga negara asing yang masuk ke Indonesia sebanyak 24.594 orang.

Pintu seluruh negeri ditutup rapat tetapi gerbang Indonesia dibuka lebar, bukan hanya menjadi pertanyaan anggota DPR tetapi juga dipertanyakan masyarakat.

Karena sedang berkuasa, pertanyaannya itu dianggap tidak penting bahkan tidak ada, karena Pemerintahan Jokowi sedang mengejar pemulihan pertumbuhan ekonomi yang terpantau minus.

Rakyat dipojokkan pada situasi serba keliru, dibilang hanya pintar ngomong tidak menawarkan jalan keluar.

Jokowi bertekad akan mengejar pertumbuhan ekonomi di angka 4,5% hingga 5,3% di akhir 2021, meski kenyataannya megap-megap.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, dalam skenario berat, hingga akhir 2021 malah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bergerak pada angka 3,7%.

Sementara Presiden Jokowi tetap mengidolakan bahwa Tiongkok bisa meraih pertumbuhan ekonomi di atas 10 %.

Kalau bisa itu bagus, sehingga keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia terealisasi.

Di sela hiruk pikuk Jokowi tiga periode, rakyat bakal dibikin tercengang, karena anggaran refokusing yang luar biasa, hingga kini belum ada laporan rinci. Malah ada kabar terbaru Indonesia mulai membeli 10.000 unit oksigen dari negeri jiran Malaysia.

Nanti rakyat akan terkaget-kaget karena biaya untuk mengatasi pandemi membengkak, dan warga yang sakit atau meninggal dunia akan melampaui yang sembuh. Dan pertumbuhan ekonomi tidak tercapai seperti yang digagas.

Ada solusi, tetapi Presiden Jokowi pasti menolak mentah-mentah, karena tidak memahami konsep dasar yang ada di dalam tawaran strategi Ekonomi Pancasila, seperti pernah digagas mendiang Prof. Dr. Mubyarto, pakar ekonomi kerakyatan. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago