PERISTIWA

Dua Ratus Hari Di Kursi Bupati: Sunaryanta ‘Dibom’ PROMA

WONOSARI-SELASA PON | Dihitung dengan hari kalender, mulai Jum’at 26 Februari hingga Senin 13 September 2021 Mayor Purnawirawan Sunaryanta memimpin Kabupaten Gunungkidul persis jatuh pada hitungan 200 hari.

Pada hari ke-200, Bekti Wibowo Suptinarso, SH intelektual sekaligus pegiat lingkungan menghadiahi ‘Bom PROMA’ kepada Sunaryanta putra Kuwarasan Wetan yang lahir 9 November 1970 silam.

Bekti Wibowo Suptinarso dan teman-teman mendeklarasikan PROMA (Pro Mayore) guna mendukung akselerasi (percepatan) pembangunan Kabupaten Gunungkidul.

Menurut mantan Komisioner KPU pada awal Pilkada Langsung itu, antara masyarakat dan Bupati Sunaryanta perlu dibangun komunikasi dua arah. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca kerangka besar program pembangunan Kabupaten Gunungkidul.

“Sunaryanta menyuarakan secara lantang bahwa pembangunan salah satunya harus melalui investasi. Faktanya geliat investasi itu tidak nampak. Hal seperti ini perlu dikomunikasikan, agar rakyat tidak banyak menduga-duga,” papar Bekti Suptinarso kepada awak media, di Angkringan Sumbermulyo, Kepek, Wonosari, 13-9-2021.

Sebaliknya, demikian Bekti Wibowo Suptinarso menjelaskan, rakyat perlu diajak berfikir cerdas, normatif dan prosedural, bahwa keinginan membangun wilayah harus selaras dengan program besar yang tercantum di dalam RPJMD.

‘Tidak asal mengusulkan program. Inilah yang dimaksud dengan komunikasi dua arah itu,” tandasnya.

Dalam percepatan pembangunan Bupati Sunaryanta dan rakyat perlu searah sepemikiran, sehingga yang dipikir rakyat terakomodir oleh Pemda.

Menang bahwa pada saat kampanye Pilkada Gunungkidul 2020, Sunaryanta mengusung tema besar Gunungkidul Membangun.

Terjemahannya, yang melakukan gerakan pembangunan adalah seluruh elemen masyarakat di bawah konduktor Sunaryanta.

Tajuk sehebat itu gebrakannya tidak kelihatan, meski Sunaryanta telah duduk di Kursi Bupati selama 200 hari.

Dilatarbelakangi hal itu maka PROMA dideklarasikan untuk menjembatani komunikasi dua arah.

“PROMA bukan organisasi massa yang secara periodik harus berkumpul. PROMA merupakan gerakan rakyat tanpa bentuk,” tandas Bekti Wibowo Suptinarso, mengingatkan. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago