GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON |Lima orang pelaku aksi perundungan Santri Pondok Pesantren Al Jauhar Tlepok, Semin, Gunungkidul, meminta ma’af dan berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya, Rabu (03/12) sore.
Permintaan ma’af kelima pelaku masing-masing ANP, AG, AM, ADC, ANA, dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani oleh beberapa saksi yang hadir di rumah korban.
Dalam pernyataan tersebut, kelimanya mengaku bersalah telah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban JAF (14) warga Padukuhan Dawe, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Selain itu, kelima pelaku berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Apabila kami melakukannya kembali, demikian bunyi pernyataan tersebut, siap diproses secara hukum yang berlaku.
“Demikian Surat Pernyataan ini, kami buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” pungkas pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan tambahan (NB), pihak pelaku dengan suka rela sanggup membantu biaya pengobatan korban sebesar Rp 4.200.000 (empat juta dua ratus ribu rupiah) yang telah disepakati melalui musyawarah mufakat kedua belah pihak.
Surat pernyataan damai ditutup, dan dibubuhkan tandatangan di atas materai oleh kedua belah pihak dan beberapa saksi yang hadir pada saat itu antara lain Ketua RW setempat, Dukuh Dawe, Lurah Bendung, serta dua orang saksi lainnya.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Kalurahan Bendung, Didik Rubiyanto membenarkan hal tersebut, Ia mengatakan, bahwa mediasi kedua berjalan lancar dan berujung damai.
“Mediasi lancar, damai, kedua belah pihak saling menerima. Meski mediasi pertama, atau sebelumnya, belum mencapai kata mufakat, karena masih menunggu hasil rontgen korban,” terang Didik.
Meski pihaknya tidak memiliki keinginan untuk memproses secara hukum, Didik berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali di Pondok Pesantren Al Jauhar.
Diketahui sebelumnya, aksi perundungan diduga dilakukan oleh lima orang Santri Pondok Pesantren Al Jauhar Tlepok, Semin, Gunungkidul. Akibatnya korban bullying yakni JAF (14) warga Padukuhan Dawe, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, mengalami trauma dan mengeluh sakit pada alat kelamin, Minggu (30/11) pukul 22.00 WIB, di Asrama Ponpes Al Jauhar.
Penulis: Agus
Editor: HRD
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…