Rasulullah mengalami pembelahan dada sebanyak 3 kali, sementara sejarah yang sampai ke umat Islam, pembelahan dada hanya sekali pada saat beliau masih kecil.
Memang, pembelahan dada pertama dialami Rasulullah saat masih kecil. Yang kedua terjadi pada saat Rasulullah menerima wahyu pertama kali.
BACA JUGA:
Pembelahan dada yang terakhir terjadi pada saat Isra’ Mi’raj. Saat itu Allah menghilangkan kesedihan dan kecemasan di dalam jiwa Rasulullah atas kematian dua orang yang dicintainya.
Sekembali dari Isra’ Mi’raj, Rasulullah ceria dan bersemangat untuk berdakwah dan menyebarkan risalah kenabiannya. Redaksi
GUNUNGKIDUL-SENIN WAGE, Veda Ega Pratama lahir di Gunungkidul pada 23 November 2008 merupakan salah satu…
YOGYAKARTA-SENIN WAGE, Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, meninjau sejumlah titik pengamanan dan jalur strategis…
GUNUNGKIDUL – JUMAT LEGI, Nasib apes menimpa YEP (32), warga Padukuhan Kwarasan Kulon, Kalurahan Kedungkeris,…
PEMERINTAH Republik Indonesia melalui Kementerian Agama menetapakan 1 Syawal tahun 1447 H jatuh pada hari…
YOGYAKARTA – RABU WAGE, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol Anggoro Sukartono, melakukan pengecekan Pos…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, Kisah pilu dialami Maryono (54) warga Padukuhan NitikanTimur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten…