Empat Keistimewaan Isra Mi’raj Menurut Mahasiswa Indonesia di Al Azhar

2938

WONOSARI, Jumat Kliwon – Baginda Rasulullah SAW berduka setelah ditinggal dua orang, Abu Thalib, dan istri tercinta Khadijah Binti Khuwaylid dalam waktu yang sangat berdekatan, di tahun ke 10 Kenabiannya. Dalam suasana duka, Alloh SWT mengundang Nabi Muhammad ke atas langit yang terkenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj.

Tareq Albana, mahasiswa Al Azhar Mesir Jurusan Islamic Theologi II, menayangkan pendapatnya di Kompasiana (3/4).

Pejuang Literasi, mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir itu bertutur, “undangan” Isra’ Mi’raj kepada Baginda Nabi merupakan bukti, Alloh memberi hadiah atas ketabahan dalam menerima takdir.

Rasul masuk ke Sidratul Muntaha seorang diri. Jibril tidak ikut serta bersamanya. Di sanalah Nabi Muhammad bertemu dengan Alloh SWT, mendapat perintah Sholat 5 waktu yang berpahala setara dengan 50 kali sholat.

BACA JUGA:

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.