“Ini pun saya sudah terlambat, soalnya sekarang juga sudah saatnya ungkrung menjadi kupu-kupu,” jelasnya.
Terpisah, Farozi (38) warga Padukuhan Ringinsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari mengatakan, ia memilih mencari ungkrung ke daerah hutan jati di Padukuhan Singkar, karena lahan jati yang begitu banyak, bahkan daun-daun di tempat tersebut rata-rata semua habis dimakan ulat.
“Saya sudah beberapa hari kesini, karena disini sangat banyak, tapi saya mencari cuma sebagai kegiatan saja, saya alergi kalau makan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ungkrung yang Ia cari bukan untuk dikonsumsi sendiri melainkan untuk dijual ke orang lain.
“Kemarin saya dapat 1kg lebih, langsung saya jual disini, kadang saya juga jual ke tetangga kalau ada yang memesan,” terangnya. (hr)
Page: 1 2
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…