WONOSARI – Rabu Pon | Booming selama satu bulan terakhir, karena kemunculan ulat jati di Kabupaten Gunungkidul. Selain menjadi santapan nikmat bagi warga Gunungkidul, harga ulat jati ini terbilang fantastis.
Sayangnya saat ini berangsur surut. Ulat bermetamorfosis menjadi kepompong (ungkrung) dan akan segera berubah menjadi kupu-kupu.
Harga “ungkrung” nama keren dari kepompong ulat jati bahkan setara dengan daging sapi, yakni mencapai 80 hingga 150 ribu/kg. Hal ini tentu menarik minat warga Gunungkidul untuk memburu ungkrung di sejumlah tempat.
Haryono (39) warga Padukuhan Girimulyo, Desa Macanmati, Kecamatan Panggang mengatakan, ia rela mencari ungkrung hingga perjalanan puluhan kilo, yakni di Padukuhan Singkar, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, bersama anak dan istrinya.
“Kalau di wilayah saya tidak ada, saya juga baru pertama kali ini nyari, kalau dapat banyak saya jual, kalau dapat sedikit saya konsumsi sendiri,” katanya, Selasa (07/01/2020).
Banyak cara untuk bisa menikmati ungkrung, mulai dari digoreng dengan bumbu pedas atau manis.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…