Categories: BUDAYA

Festival Usir Maling

WONOSARI, Minggu Legi– Kehidupan malam memang gelap. Maling, memanfaatkan situasi seperti itu untuk memperoleh rizki. Tempo dulu, warga desa menyusun strategi, agar pencuri tidak gentayangan dengan cara menabuh kentongan mubeng desa. Saat ini ronda malam diberi nama baru –toklik, mulai dibudayakan, bahkan difestivalkan.

Sebanyak 62 kelompok toklik dari 62 rukun tetangga (RT) se Desa Kepek, Kecamatan Wonosari meramaikan festival toklik yang digelar Sabtu malam 20/5/17.

Ketua Panitia Penyelenggara Festival Toklik St Nugroho mengungkapkan, festival tersebut diselenggarakan untuk menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat, terhadap kesenian toklik.

“Kami melihat semangat warga sangat besar dalam mengikuti festival ini. Semua RT ikut berpartisipasi. Minimal satu kelompok 20 orang, tapi banyak kelompok dengan anggota lebih dari 20,” ujar St Nugroho ketika ditemui di sela-sela festival semalam.

St Nugroho menambahkan, belakangan ini pemanfaatan kentongan sedikit menurun bahkan cenderung menghilang. Menurutnya, melalui festival ini budaya memukul kentongan ketika ronda malam kembali muncul. Dia berharap, warisan budaya tersebut tetap bisa bertahan meskipun berada di tengah alam modernisasi.

“Kami akan mencari 5 tim terbaik untuk mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan, yang totalnya  Rp 6 juta. Tim yang tidak juara tetap kami berikan penghargaan berupa piagam,” jelasnya

Tim terbaik yang  juara berhak membawa pulang Piala Bergilir Kapolres Gunungkidul.

Untuk mendapat skor tinggi, setiap tim harus memperhatikan tiga aspek: wirama (irama), wirasa (keselarasan), dan wiraga (kreatvitas dan kostum). Setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan kentongan tampa tambah instrumen lain. St Nugroho menambahkan, tim dinilai juri yang berasal dari  ISI Yogyakarta.

Kapolres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammmad Arif Sugiharto mendukung adanya festival tersebut. Pasalnya, ia menilai toklik merupakan kegiatan yang positif untuk mendukung sistem keamanan keliling dengan mengangkat kearifan lokal. Huri Ananda

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

17 jam ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

1 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago