WONOSARI, Minggu Legi – Melayani pasien dengan maksimal, memanusiakan pasien dengan prinsip Tolong Dulu, Urusan Belakang. Itulah motto Rumah Sakit Betesdha Wonosari dalam melayani pasien, tanpa melihat atribut siapa pasien yang bersangkutan.
Setelah bertahun-tahun Rumah Sakit Betesdha Wonosari memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, akhirnya 2017 resmi mengantongi ijin pendirian rumah sakit dari pemerintah. Bertepatan dengan hari jadi RS Bethesda Yogyakarta yang ke 118, Sabtu, (20/5) gedung baru RS Bethesda Wonosari diresmikan Bupati, meski sebatas diwakilkan Assisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Gunungkidul, Agus Prihastoro.
Hadir dalam peresmian itu Direktur RS Betesdha Yogyakarta, dr. R. Gatot Titus Wirat Sasongko, Sp. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam hal ini, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, drg. M. Taufik, M.Kes.
Dalam sambutannya dr.G.T.Wiratsasongko menjelaskan, RS Bethesda Wonosari mulai beroperasi tahun 2003 dengan gedung dan peralatan belum lengkap.
Peringatan hari jadi RS Bethesda yang ke 118 sekaligus peresmian gedung baru mengambil tema Bersama dan Berkarya Dalam Melayani Bersama.
“Setelah diresmikan, semoga menambah spirit bagi RS Bethesda Wonosari dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” tutur G.T. Wiratsasongko.
Sebagai rumah sakit yang mengedapankan mutu pelayanan terhadap masyarakat, menurut Wiratsongko, RS Betesdha mempunyai visi dan misi yang bertujuan untuk kemajuan bersama.
“Kita punya misi untuk menjadi pilihan masyarakat sesuai dengan pelayanan yang cepat, bermutu dengan berlandaskan kasih,” jelasnya.
Melayani pasien dengan maksimal, memanusiakan pasien seperti yang terkandung dalam motto RS Betesdha Tolong Dulu, Urusan Belakang. Intinya melayani pasien secepatnya, tanpa melihat siapa pasien tersebut.
Sementara visi RS Bethesda adalah memberikan pelayanan kesehatan dengan SDM yang memiliki kompetensi.
“Pelayanan RS yang bermutu dan maksimal sekaligus terjangkau juga menjadi salah satu visi dari kami,” tambah G.T Wiratsasongko. Eddy S
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…