TANJUNGSARI, JUMAT WAGE-Permainan Flying Board di Pantai Baron mengundang kontroversi. Nelayan Pantai Baron merasa terganggu dengan adanya permainan uji andrenalin tersebut. Para nelayan mengeluhkan tempat kegiatan Flying Board sama dengan tempat aktivitas para nelayan.
Maryono Gareng, nelayan Pantai Baron mengatakan, kalau kalau kedepannya menjadi ramai, dan motor Boardnya bertambah banyak tentu akan mengganggu aktivitas para nelayan.
“Kalau ramai mau tidak mau ya, mengganggu aktivitas kita untuk melaut atau berangkat ke laut,” ujarnya, Kamis, (29/03).
Hal senada juga diungkapkan nelayan yang lain, Sukat, pasti mengganggu kalau nanti ramai. Namun menurut dia, saat ini belum begitu mengganggu. Karena baru ada satu mesin Flying Board.
Sementara itu, Kasi Bina Usaha dan Ekonomi Kreatif, Sujarwono SH, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, ketika ditemui di Pantai Baron mengakui, bahwa memang belum ada kesepakatan antara Dinas Pariwisata Gunungkidul dengan para nelayan. Walaupun sudah ada pembahasan sebelumnya, namun belum tercapai titik temu.
“Memang kendala kedepanya akan ada, kalau minat wisata Flying Board bertambah ramai,” tuturnya.
Pihaknya berharap, kedepan ada kesepakatan yang saling menguntungkan, dan tidak merugikan salah satu pihak. (Jok)
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…