EKONOMI

Gadis Difable Sarat Prestasi, Nyaris Gagal Masuk Unibraw Karena Biaya

BANTUL, Kamis Pahing – Meskipun menderita difabilitas dengan segala keterbatasannya, namun segudang prestasi dimiliki Krishna Sekar Larasati 20, alumnus SLB Negeri 2 Bantul. Setumpuk medali dan piagam penghargaan level nasional dimiliki gadis tuna rungu ini. Wajar jika tahun ini Krishna diterima masuk sebagai mahasiswi jurusan Agro Teknologi, Universitas Brawijaya Malang, melalui Seleksi Khusus Penderita Disable (SKPD).

Sayangnya, harapan Krishna mengejar cita-cita menjadi sarjana terbentur keterbatasan orang tua dalam membayar biaya daftar ulang. Angka Rp 24.600.000,- terlalu berat bagi Bendhud Nugroho 47, ayahnya yang berprofesi buruh harian lepas ini.

“Angka segitu untuk daftar ulang dan biaya per semester yang mencapai Rp 3,5 juta. Artinya daftar ulang Rp 21,1 juta dan sisanya biaya semester ini. Saya bingung, padahal itu harus lunas sebelum 15 Agustus 2017 ini,” ungkapnya.

Dalam hati kecilnya, Bendhud mengaku keberatan dengan biaya yang begitu besar. Namun disisi lain, melihat tekad besar anaknya dalam meraih cita-cita membuatnya tak tega untuk menolak keinginan anaknya masuk bangku perkuliahan.

“Ibarat makan lauk garam saja bakal saya lakukan asalkan cita-cita Krishna terwujud. Tetapi saya harus bagaimana ? Kondisi perekonomian tidak memungkinkan,” keluh Bendhud sembari mengusap air mata.

Bendhud yang tinggal di tinggal di Padukuhan Ngentak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul ini berharap ada pihak lain yang sudi membantu meringankan bebannya.

Kepada infogunungkidul dia menceritakan, segudang prestasi yang dimiliki anaknya. Bahkan terakhir dikirimkan mengikuti lomba nasional ke Riau mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam lomba sains. Dia juga juara I Lomba Penulisan Kreatif SMALB se DIY.

“Dan banyak lagi prestasi yang dimiliki sejak SD, SMP hingga SMA LB. Hadiah berupa uang dulu sih ada, tapi ada potongan hingga akhirnya tinggal tersisa sedikit,” pungkasnya.

Sementara itu Johni Gunawan, mitra sekaligus keluarga dari Bendhud Nugroho yang tinggal di Kecamatan Playen berharap ada dermawan yang terketuk hatinya untuk menolong Krishna Sekar Larasati agar bisa mencapai cita-citanya.

“Butuh uluran tangan dermawan atau sponsor. Saya hari ini akan mencoba menghubungi Dinas Sosial Provinsi agar ada bantuan untuk gadis ini. Besar harapan saya dengan dimuat di media massa bisa mengetuk hati dermawan,” katanya.

Disaat banyak pelajar menyia-nyiakan masa mudanya dengan hal-hal negatif, sosok Krishna bisa menjadi teladan. Sayangnya keterbatasan biaya menghambat kemajuan gadis belia ini. Uluran tangan dermawan yang peduli pendidikan kiranya akan mampu membuat masa depan gadis difable ini cerah kembali. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

7 jam ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

7 jam ago

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

2 hari ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

3 hari ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

3 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

6 hari ago