WONOSARI-RABU WAGE | Kecenderungan gantung diri (gandir) di Gunungkidul hampir tidak terkendali. Januari hingga 1 Februari 2022 warga Handayani yang dir to try gandir tercatat 5 orang di Dr. Empat orang gandir di kawasan Gunungkidul, satu orang di daerah Kabupaten Sleman.
Walaupun tidak secara langsung menunjuk Gunungkidul, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menyinggung dr soal sistem keadilan di Tanah Air. Dia mengatakan Indonesia termasuk negara dengan tingkat ketidakadilan agak tinggi.
“Seperti semua intoleran-intoleran itu karena ketidakadilan bermacam-macam, politiklah atau agama, atau ekonomi. Jangan lupa itu faktor ekonomi,” kata JK di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 31-1-2022, dilansir dari detikNews.
Gandir di Gunungkidul apa pun motifnya, merujuk pernyataan Jusuf Kala pangkalnya berada di ketidakadilan ekonomi.
Tw (25) warga Padukuhan Purworejo 04/02, Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen gandir, Senin, 17-2022. Diduga pelaku mengakhiri hidup karena menderita gangguan jiwa dan tidak meminum obat lagi. Apa karena tidak ada duit untuk menebus obat?
Gandir kedua pada Januari terjadi di Kapanewon Purwosari, tepatnya di Padukuhan Sumur, Kalurahan Giripurwo. Pelakunya Kst (43) gandir di Alas Setro Selasa, 24-1-2022.
Kst. adalah warga Wukirsari, Baleharjo, Kapanewon Wonosari motif gandir tidak terkonfirmasi.
Gandir ketiga pelakunya Smj. (56) warga Padukuhan Gembuk, RT 26 RW 05, Getas, Playen, Gunungkidul, Jumat 28 Januari 2022 pukul 07.30 WIB.
Dikabarkan, Smj. secara kejiwaan terganggu karena riwayat sakit gula dan hipertensi tidak kunjung sembuh. Patut diduga ini soal keuangan yang pas-pasan, sehingga Smj. tidak bisa berobat.
Gandir keempat bernama S (22) warga Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.
Dia gantung diri di tempat kost di Nologaten RT 04 RW 01 No 138 A, Caturtunggal, Minggu 30 Januari 2022. Menurut Polisi, pelaku stres karena menghadapi proses cerai. Tidak ada penjelasan rinci soal latar belakang perceraian. Dugaan sementara karena persoalan ekonomi.
Gandir terbaru, atau yang kelima terjadi di Watusigar, Kapanewon Ngawen Gunungkidul 1-2-2022.
Pelakunya Pry. Ketua RT 02 Padukuhan Watusigar, Desa Watusigar, Kapanewon Ngawen. Dikabarkan dia menderita diabet, tak kunjung sembuh. Kemungkinan dia tidak sanggup membeli obat.
Benarkah fenomena gantung diri di Gunung kidul dipicu oleh adanya ketidakadilan ekonomi? Ini perlu penelitian panjang. (Red)






