OPINI

GEGER MASALAH TENAGA KERJA ASING

WONOSARI-Kamis Pon-Menanggapi masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina, sebagian intelektual bangsa memilih berfikir kolot. Bersikap tertutup dengan cara berlindung di balik Preambul UUD 1945. Mereka tidak ada niat memperdalam hakekat filosofi melindungi segenap tanah tumpah dararah.

Semalam, 1/5/18, pakar hukum tata negara, Yusril Iza Mahendra, di ILC berbicara lugas, masuknya TKA Cina bertentangan dengan kosep melindungi tenaga kerja Indonesia.

Untuk itu, dia menyatakan bersedia melakukan uji materi terhadap Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 ke Mahkamah Agung.

Masalahnya, kata dia, Perpres tersebut tidak mungkin dicabut.

Yusril, menurut saya, merupakan salah satu cendekiawan yang berfikir ortodok. Dia memaknai kata melindungi sama dengan memproteksi.

Dalam konteks dunuia tanpa sekat, melindungi buruh lokal bisa dijabarkan sebagai menempatkan, atau meminjam istilah Ram Charam, mereposisi buruh lokal sesuai martabat kemanusiaan yang tertuang di Pasal 27 UUD 1945.

Celakanya, pihak pemerintah yang diwakili partai PDIP dan Golkar tidak cerdas menangkis serangan atas isu TKA yang digoreng Gerindra, dan kelompok yang berseberangan dengan Pemerintah.

ILC yang berakhir tengah malam, terkesan Perpres No. 20 Tahun 2018 adalah salah. Padahal belum tentu. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

4 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

1 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

2 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago