EKONOMI

Gelontorkan Bantuan: Perkecil Angka Kemiskinan

WONOSARI, Selasa Pahing – Melalui Bank Mandiri, Pemerintah menyerahkan bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH)  secara simbolis berbarengan dengan bantuan siswa berprestasi. Penyerahan dilakukan 15 Agustus 2017, di Balai Desa Kepek Kecamatan Wonosari. Tujuan pemberian bantuan untuk menekan angka kemiskinan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. Harry Z Soeratin, SE. AK., MMCC., CA., Erc. (Sekjend Kemensos RI), Hj. Badingah,S.Sos (Bupati Gunungkidul), Dr. Said Mirza Pahlevi (Kepala Pusdatin Kesejahteraan Kemensos RI), Rudi As’Attaturida (Area Head Mandiri Yogyakarta), serta sekitar 350 orang penerima PKH.

“PKH merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Gunungkidul, karena mampu menurunkan angka kemiskinan 2,34 %,” jelas Badingah.

Menurut Bupati, di samping menurunkan kemiskinan, PKH juga menjadi modal sosial.   Masyarakat Gunungkidul makin terpacu dalam bergotong royong.

Bantuan tunai dapat diambil lewat ATM, kegunaannya dimanfaatkan sesuai aturan yang berlaku. Diharapkan oleh Bupati, bantuan dapat meningkatkan  perekonomian warga.

Di tempat yang sama, Dr. Said Mirza Pahlevi (Kepala Pusdatin Kesejahteraan Kemensos RI), mengatakan, PKH di propinsi DIY mulai dilaksanakan  tahun 2008, mencakup 4 kabupaten  Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul dan Sleman. Tahun 2011, menyusul kota Yogyakarta.

Jumlah penerima PKH di kabupaten Gunungkidul sampai 2017 menurut Said Mirza Pahlevi sebanyak 60.734 kelompok penerima manfaat (KPM).

“Hari ini dihadirkan 350 KPM yang berasal kecamatan Wonosari 325 KPM dari desa Kepek, 25 KPM dari desa Baleharjo,” tandasnya.

Lebih detail dijelaskan, bantuan sosial yang diserahkan dari Kementrian Sosial RI kepada kabupaten Gunungkidul tahun 2017, terdiri bantuan PKH Non Tunai Rp. 114.787.260, untuk 60.734 KPM, bantuan beras sejahtera (Rastra) sebesar Rp. 15.888.060, untuk 88.267 KPM, bantuan sosial lanjut usia sebesar Rp. 915.000.000, untuk 305 jiwa.

Personil yang menangani bantuan Kemensos  berjumlah 109 orang terdiri dari 1 orang koordinator kabupaten, 100 orang pendamping dan 8 orang operator.

Bantuan yang diterima oleh PKM bervariasi sesuai dengan tingkat pendidikan dan kondisi kesehatannya maka pada tahun 2017 diberi flat sebesar Rp. 1.890.000 dan Rp. 2.000.000 bagi lansia di atas 70 tahun ditambah penyandang disabilitas berat.

“Bantuan diterimakan 4 tahap dalam setahun, masing-masing tahap sebesar Rp. 500.000,” pungkasnya.

Kementrian Sosial berharap peserta PKH juga mendapatkan program bantuan sosial lainnya seperti program Indonesia pintar, program Indonesia sehat, bantuan pangan non tunai (BPNT), kelompok usaha bersama (KUBE), usaha ekonomi produktif, rumah tinggal layak huni, (Rutilahu), maupun program subsidi energi, agar mereka cepat terentaskan dari kemiskinan.

 

Reporter: W. Joko Narendro

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

10 jam ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago