WONOSARI, Minggu Pahing—40 karangtaruna desa di Gunungkidul akan mendapatkan stimulan Program Usaha Ekonomi Produktif (PUEP). Sebagian mendapatkan bantuan satu set tenda, dan ada pula yang mendapatkan paket perlengkapan pecah belah.
Diungkapkan Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno SE dihadapan 40 perwakilan karang taruna, Minggu (11/02). Program ini merupakan gagasan DPRD Gunungkidul yang aplikasi penyalurannya melalui Dinas Sosial.
Dari 40 karangtaruna penerima bantuan, 20 mendapatkan stimulan tenda ukuran 4 x 10 meter senilai Rp 10 juta, sedangkan sisanya memperoleh perlengkapan pecah belah.
Ke depan, sambung Suharno, tak hanya 40 karang taruna saja yang diberikan stimulan. Tetapi seluruh karang taruna juga akan memperoleh hal sejenis. Tujuannya agar karang taruna memiliki kreatifitas dan berperan utama untuk memajukan desa masing-masing.
“Jadi dengan tenda dan perlengkapan yang diberikan dapat memberdayakan pemuda desa. Silahkan dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi di desa kalian masing-masing,” tambahnya.
Pemuda sudah saatnya tidak boleh tidur, maka dengan stimulan yang nanti diberikan bisa untuk pemberdayaan karang taruna.
Apa yang disampaikan Ketua DPRD Gunungkidul ini kemudian mendapatkan tanggapan dari karang taruna desa. Minto, dari karang taruna desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari mengeluhkan bahwa selama ini eksistendi dan peran pemuda di desa sering dipandang sebelah mata dan kurang difungsikan.
“Harapan kami adalah bagaimana pemuda di desa itu betul-betul disinergikan dengan pemerintah desa. Jadi tak hanya sekedar mengelola sisa-sisa anggaran di desa,” pintanya.
Disisi lain Minto juga mengeluhkan pembinaan olahraga seperti turnamen bola voli yang sering diselenggarakan lebih banyak sekedar mencari nama dan ajang adu gengsi semata. Artinya bukan mendongkrak prestasi atlet lokal yang ada di desa. Sebab faktanya untuk meraih juara setiap klub harus ngebon pemain kelas nasional dari Solo, Jogja dan kota besar lainnya. Akibatnya potensi pemain lokal tak bisa muncul lantaran kalah pamor dengan pemain import tersebut.
“Maka kami butuh bimbingan, arahan dan solusi dari para pemimpin Gunungkidul untuk serius mengelola segala potensi pemuda,” lanjut Sekdes Kemadang ini.
Keluhan lain disampaikan Heriyanto, dari karang taruna Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus. Dia mengeluhkan desanya memiliki potensi pantai yang indah seperti Sadranan dan sekitarnya. Namun ketika karangtaruna setempat mengajukan izin untuk pengelolaan perparkiran ke Dinas Perhubungan ternyata tidak bisa.
“Kami ajukan izin untuk ikut lelang. Ternyata saat lelang dilakukan kami nggak diundang, sehingga pemenangnya orang luar. Kami mohon bantuan agar dapat mengikuti lelang parkir sehingga karang taruna desa tak hanya jadi penonton,” papar Heri.
Menanggapi semua persoalan yang disampaikan, Suharno mengaku telah menampung semua aspirasi tersebut untuk selanjutnya dibahas bersama anggota dewan dan dituangkan ke dalam pokok pikiran DPRD Gunungkidul. Red
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…