Categories: KESEHATAN

Giliran Persit Kartika Candra Kirana Bezuk Widayanti

SEMANU, Rabu Legi–Penderitaan Widayanti 16, memang membuat banyak pihak mengelus dada penuh keprihatinan. Putri bungsu pasangan Martono Loso-Watiyem, warga Padukuhan Clorot, Desa Semanu, Kecamatan Semanu memang sangat berat.

Bayangkan saja, sejak lahir Widayanti divonis mengidap Hydrochepallus (pembesaran kepala). Akibatnya hingga saat ini, gadis kelahiran 10 Maret 2001 tak bisa berbuat apa-apa. Jangankan beraktivitas layaknya gadis sebayanya, sedangkan mengangkat kepala dari ranjang saja tak sanggup. Kepala besar dengan badan kecil, kurus bak tulang dibalut kulit membuat Widayanti layaknya balita. Untuk berbicara layaknya manusia saja gadis ini tidak sanggup, hanya tangis dan deraian airmata sebagai sarana komunikasi dengan orang-orang terdekatnya.

Banyak pihak yang telah datang membantu, baik dari orsos, swasta hingga instansi berdatangan untuk berbagi empati dengan keluarga ini. Tak ketinggalan, Persatuan Istri Tentara yang tergabung dalam Persit Kartika Candra Kirana datang untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Widayanti.

Dipimpin langsung Ketua Persit Kartika Candra Kirana XXXI KODIM 0730/Gunungkidul, Ny M Taufik Hanif Yasin, para istri anggota TNI datang mengunjungi keluarga Martono Loso, Rabu (22/11).

“Kita datang untuk berbagi dan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Widayanti. Ini wujud empati dari keluarga besar KODIM 0730/Gunungkidul,” terang Ny M Taufik Hanif Yassin.

Dihadapan istri Komandan KODIM 0730/Gunungkidul, Martono Loso mengisahkan beratnya beban derita yang selama ini disandang keluarganya.

“Lahir dahulu normal, namun kepalanya memanjang. Dukun bayi bilang tidak apa-apa dan kepala Widayanti dipijat-pijat. Tahu-tahu 3 bulan selanjutnya kian membesar, dokter memvonis hydrochepallus dan sempat operasi di RS Sarjito,” jelasnya.

Operasi bagian kepala itu ternyata gagal, akibatnya pertumbuhan badan Widayanti tidak lagi normal. Bahkan hingga saat ini akhirnya lumpuh, padahal untuk gadis seusianya saat ini mestinya sudah duduk di bangku SMA/SMK.

“Sering kalau malam menangis dan baru bisa tidur menjelang dinihari. Ujian yang kami hadapi sangat berat,” keluh Watiyem.

Sejak sering muncul di pemberitaan media massa, sambung Watiyem, banyak pihak yang kemudian datang mengirimkan bantuan. Tercatat ada Orsos Permata Cendekia yang memang konsen membantu kaum dhuafa, ada pula bantuan dari pimpinan IKG (Ikatan Keluarga Gunungkidul) yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Muspika Kecamatan Semanu juga datang membantu, hingga duo artis NDX AKA, Yonanda dan Fajar PJR telah datang membantu serta banyak pihak lain yang datang berbagi. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

4 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

2 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

3 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

3 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

5 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

1 minggu ago