PERISTIWA

Gunungkidul: Antara Pembangunan Berkelanjutan dan Pengrusakan Berkelanjutan

WONOSARI-SELASA PON | Ada juga dampak serius bagi pariwisata daerah pesisiran. Banyaknya bukit atau lingkungan yang dirusak demi perencanaan sebuah kawasan wisata. Dampaknya jelas ke arah iklim lingkungan Obwis dan lam sekitar. Akan lebih baik bila ada regulasi ketat yang komitmennya menjaga lingkungan yang berkesinambungan (environment sustainable), bukan merusak lingkungan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut menggelinding dari pikiran Raden Mas Kukuh Hestrianing, kerabat Keraton Yogyakarta 21-11-2021.

Ir. Eddy Praptono, M Si Plt Kadinas PUPR Gunungkidul yang jabatan resminya sekarang adalah Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan menanggapi, khusus latar belakang penggempuran bukit kapur untuk JJLS.

“Desain awalnya adalah mengatasi kesenjangan ekonomi utara dan selatan,” ujar Eddy Praptono.

Lebih rinci dia mengatakan, Jawa bagian utara ada pantura, maka Jawa bagian Selatan dibuat pansela (JJLS).

Konsep dasarnya, lanjut Edyy Praptono, kantong kemiskinan jawa itu ada di bagian selatan.

Dengan akses yang bagus dari Jawa Timur hingga Banten maka ekonomi akan lebih menggeliat.

“Pariwisata punya multiplayer ekonomi paling bagus untuk kawasan selatan,” pungkas Edyy Praptono.

Slamet S Pd, MM sejalur dengan penjelasan Edyy Praptono.

JJLS menurutnya merupakan pembangunan jangka menengah yang didesain Pusat mulai tahun 2004.

“Adanya JJLS diharapkan pemerataan kesejahteraan tercipta, jalan memadai, sehingga membuka peluang kegiatan ekonomi, dengan memanfaatkan SDA serta potensi objek wisata,” ujar Slamet.

Pertanyaannya, kata dia, kelompok mana yang paling diuntungkan dari selesainya JJLS ini.

Soal bagaimana menghentikan penggempuran bukit kapur, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berucap simpel.

“Tunggu Perda RT RW nya,” kata politisi Golkar ini. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pria asal Semanu Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…

15 jam ago

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

3 hari ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

4 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

6 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

6 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

7 hari ago