WISATA

Gunungkidul Bumi Pariwisata Holistik Bukan Parsial

WONOSARI-SELASA LEGI | Setiap jengkal tanah di Gunungkidul sesungguhnya berpotensi menjadi destinasi wisata. Dinas Pariwisata mulai menyajikan ribuan titik, ke depan bisa menjadi jutaan titik potensi destinasi.

Sugeng Nurmanto, anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan Pemda Gunungkidul dalam mengembangkan pariwisata masih mengandalkan anugerah alam secara parsial sporadis, belum secara holistik.

“Artinya bahwa yang dikembangkan adalah wisata alam yang sebelum manusia ada, subyek itu telah tercipta,” ujar Sugeng Nurmanto pada dialog udara melalui seluler dengan awak media, di setiap kesempatan bertemu.

Hal itu menurutnya membawa konsekuensi bahwa perkembangan ekonomi terpusat di titik tertentu, tergantung wilayah itu memiliki destinasi atau tidak.

Dia menyebut contoh wisata pantai, hutan, gunung, sungai, air terjun serta wisata goa. Sugeng Nurmanto bilang, bahwa sebelum manusia ada, subyek itu telah digelar.

Pada era pemerintahan Suharto, SH. Wisata alam sentuhan tangan manusia digalakkan dan ditangani oleh sejumlah OPD seperti Pertanian, Peternakan perikanan, Perkebunan Kehutanan dan lain sebagainya.

Hutan rakyat, Kakao, BBI Ponjong dipromosikan menjadi embrio wisata studi banding, saat ini pingsan karena tidak digarap. Sementara potensi itu faktanya masih eksis.

Kader PAN ini menunjuk Gema Nusantara yang dimotori Agung Nugroho moncer dengan lele sintal di Ngestirejo Tepus. Juga kambing etawa di Nglanggeran Patuk, sapi putih di Nglebak, Katongan, Nlipar.

Menurutnya, kegiatan itu bisa masuk kategori wisata minat khusus. Dia heran kegiata serupa justru dibiarkan tak tersentuh, tidak didesain sebagai destinasi wisata sementara potensi ekonomi sangat mungkin dikembangkan di sana.

Pemerintah Pusat banyak mengucurkan bantuan sapi melalui proyek UPPO yang secara embrional bisa menjadi miniatur Tapos. Yang di Kapanewon Patuk, di Ponjong malah dibiarkan mati. Kabarnya masih ada di Kalurahan Pengkol Nglipar, perkembangannya tidak terpantau.

“Selama pariwisata hanya bergantung pada anugerah alam, progres pemerataan kue pembangunan pariwisata tidak banyak kemajuan,” tandas Sugeng Nurmanto.

Angka kemiskinan tinggalan Bupati Badingah yang 17,7% ditarget turun menjadi 12,7% pada tahun 2026, sepanjang Pemerintah Kabupaten serius mengembangkan Gunungkidul menjadi bumi pariwisata holistik, bukan tidak mungkin target itu menjadi kenyataan.

Purwanto, ST anggota DPRD DIY dari Fraksi Gerindra pernah menginformasikan ada pihak ketiga yang sanggup memberi kontribusi PAD pariwisata 40 hingga 50 milar rupiah per tahun, dalam posisi pengelolaan parsial seperti saat ini. Kalau holistik, tentu bisa lipat dua, bahkan tiga. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

10 jam ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

21 jam ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago