OPINI

GUNUNGKIDUL: HUJAN KEBANJIRAN KEMARAU KEKERINGAN

ALAM diciptakan dalam porsi keseimbangan. Ekosistem terganggu ketika manusia mulai bertingkah.

Pikiran kotor manusia menghakimi, bahwa alam sedang sakit: ekstrim, anomali, menyimpang dan lain sebagainya.

Seorang pengamat lingkungan memotret situasi, pada musim penghujan Gunungkidul kebanjiran, pada musim kemarau Gunungkidul kekeringan.

Meningkat pada pikiran kongklusif, pada musim hujan Gunungkidul terjadi banyak bencana, pada musim kemarau Gunungkidul banyak kebakaran dan banyak berkeliaran Tangki penjaja air.

Manusia semakin tidak memahami, bahwa siang itu diciptakan selalu berpasangan dengan malam. Manfaatnya untuk sandaran melepas lelah setelah seharian bekerja hampir tanpa henti.

Hujan menyiram bumi, esensinya untuk menumbuhkan segala macam biji-bijian yang menyebabkan manusia bisa survival, bertahan hidup.

Hujan membawa berkah, tetapi banyak ditafsirkan hujan menghadirkan sejumlah musibah.

Tidak berbeda jauh dengan kemarau. Tudingan terhadap musim kering sudah kebangetan dan melampaui batas. Kemarau didakwa sebagai biang kekurangan air dan kesengsaraan.

Allah mengringkan bumi dengan kemarau itu adalah metode tidak tertandingi agar tanah bengkah dan tertembus matahari.

Ujung-ujungnya, bumi yang sari patinya diperkosa dan dikuras manusia, intervensi matahari ke dalam rongga mengakibatkan nutrisi pulih kembali, subur kembali.

Tentang hujan dan panas itu bagian mana yang mau didustakan. Keduanya adalah kecintaan Allah SWT terhadap semua ciptaan-Nya.

Pikiran manusia terlalu picik dan dangkal, sehingga menganggap hujan panas melahirkan bencana.

Manusia tidak menyadari bila bencana itu adalah akibat dari perbuatannya sendiri.

Musim hujan Gunungkidul kebanjiran itu karena ulah penduduknya. Musim kemarau Gunungkidul kekeringan itu sebab kelakuan masyarakatnya.

Gusti Allah itu tidak pernah lelah dan tidak pernah salah.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

8 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

19 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

5 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago