Categories: EKONOMI

Harga Melon Masih Melambung Tinggi, Ketua Dewan Geram Merasa Tak Diindahkan

WONOSARI, Sabtu Wage-Desakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Gunungkidul tentang kejelasan harga gas LPG 3kg belum diindahkan para pelaku usaha gas melon. Dibeberapa tempat harga masih melambung tinggi. Ketua Dewan Kabupaten Gunungkidul Geram, ia curiga ada permainan besar dibalik ini.

Ketika itu, Suharno, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul meminta agen dan pangkalan gas LPG 3kg untuk menjual langsung kepada masyarakat miskin, sehingga harga bisa ditekan. Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 15.500,- jika harga tetap melambung tinggi jauh dari HET, agen atau pangkalan akan ditindak.

Desakan dan permintaan dewan tersebut nampaknya dicuwekin atau tidak diindahkan oleh sebagian agen atau pangkalan gas 3 kg. Terbukti di beberapa kecamatan, pengecer masih menjual dengan harga rata-rata Rp. 21.000,- sampai Rp. 23.000,-

Siti Fathonah, (35) salah satu pemilik warung pengecer di Kecamatan Nglipar, mereka menjual gas melon 3 kg, dengan harga Rp.23.000,- dengan alasan mengambil dari agenya saja sudah Rp. 21.500,-

Hal yang sama diungkapkan, Sugiyo (45), pedagang eceran di Kecamatan Gedangsari, mereka biasa menjual gas melon 3 kg dengan harga Rp. 22.000,-

“Tergantung harga dari agen, kalau agen mengambilnya sudah Rp. 21.000,- saya paling mengambil keuntungan Rp.1000,-,” ujarnya.

Berbeda lagi dengan wilayah Banaran, Kecamatan Playen, Ramlan Jumaji, pedagang eceran, ini menjual gas melon sudah Rp. 16.000,-.

Tampaknya agen atau pangkalan diwilayah ini sudah mau mengindahkan permintaan dewan.

Ketua Dewan Kabupaten Gunungkidul Suharno, SE, mengkhawatirkan, tidak diindahkan permintaannya dimungkinkan ada permainan besar dibalik ini.

Disamping itu, ia curiga, jangan-jangan ini bagian yang mengarah korupsi yang tertata.

Kecurigaannya bukan tanpa dasar, ketika dia sebagai Ketua DPRD terjun ke lapangan, memantau keadaan, tidak ada pemerintah kecamatan yang peduli.

“Bahkan surat edaran dari bupati pun dianggap surat biasa,” katanya, Jumat, (18/05).

Sebenarnya pangkalan harus paham aturan, lanjut dia, dengan sadar tidak menyalahgunakan hak rakyat kecil. Apalagi di bulan yang suci ramadhan ini harusnya di pakai beramal dan berbuat baik, punya rizeki berbagi kaum miskin.

“Bukan haknya kaum miskin malah dibagi-bagi, sungguh dosa besar,” ujarnya jengkel.

Coba bayangkan, lanjut Harno, kuota sehari Gunungkidul 12.000 tabung, jika dinaikkan 10.000 per tabung kali 30 hari, satu bulan uang rakyat miskin di korup tiga milyar enam ratus juta, sungguh nilai yang fantastik.

Dia justru kasian kepada pengecer di warung-warung, mereka tidak tahu kalau itu hak si miskin, mereka tidak paham kalau itu subsidi.

“Tahunya kulak dapat untung, padahal yang di jual milik rakyak miskin,” pungkasnya. (jok)

infogunungkidul

Recent Posts

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

34 menit ago

Bumkalma Terbaik Berskala Nasional, UPK Satu Hati Playen Kelola Aset 17 Miliar

GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…

13 jam ago

Kepala BGN, Naniek Deyang Mengundurkan Diri

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…

23 jam ago

Semangat Warga Lemahbang Wujudkan Jalan Aspal Sepanjang 200 Meter

GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…

3 hari ago

Dampak Kemarau Mulai Dirasakan Sebagian Warga Gunungkidul, ORI Droping Air Bersih

SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…

4 hari ago

Darurat Gandir, Dalam Sehari Dua Gantung Diri Terjadi di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…

6 hari ago