EKONOMI

Harga Pasar Tidak Stabil, Petani Cabai Kecewa

WONOSARI-KAMIS WAGE | Sektor perkebunan menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Salah satunya budidaya tanaman cabai, menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Selain modalnya kecil, budidaya cabai ini tergolong tidaklah sulit. Harga pasar yang tidan stabil tetap menjadi kendala petani cabai.

Dalam budidaya cabai pengendalian hama menjadi hal penting untuk diperhatikan agar tanaman cabai dapat tumbuh baik dan berbuah maksimal seperti harapkan.

Budidaya cabai bukan berarti tanpa kendala. Memasuki musim panen harga cabai di tingkat petani sering mengalami penurunan. Anjloknya harga cabai ditengarai karena banyaknya stok cabai di pasaran.

 

 

Seperti halnya yang dialami oleh Jumakir warga Padukuhan Siraman l, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul DIY. Ia sedikit kecewa lantaran harga menurun, sehingga berpengaruh dengan pendapatan yang ia peroleh dari hasil panenya.

Untuk harga cabai saat ini hanya Rp. 11.000,- (sebelas ribu rupiah) per kilogram, walaupun sebelumnya mencapai Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah) per kilogramnya.

“Harga cabai mulai dari Rp.15.000 rupiah, belum lama sampai turun menjadi Rp. 5.000 rupiah kembali naik ke Rp. 8.000 rupiah dan saat ini ke harga Rp. 11.000 rupiah, itupun sudah termasuk lumayan dibandingkan beberapa waktu lalu sampai merosot tajam,” katanya saat di temui di lahan miliknya, Rabu (01/07/2020).

 

 

Jumakir mengatakan, dalam jangka 60 sampai 70 hari, ia sudah memulai memanen. Menurutnya, satu kali panen menghasilkan 1 hingga 2 kwintal.

Pada sekali tanam, Jumakir merinci, setindaknya dapat memanen hingga 15 kali di lahan seluas 5000 m².

“Dii lahan seluas 5000m² saya dapat memetik 15 kali, rata-rata saya mendapatkan 22,5 kwintal cabai rawit merah dan cabai hijau panjang,” pungkas Jumakir. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

4 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

1 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

2 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago