Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

91

GUNUNGKIDUL – MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan sempurna. Sayangnya di balik layar suksesnya kegiatan, terjadi suatu peristiwa yang tidak mampu diredam oleh Pemerintah Daerah, masyarakat disuguhkan dengan sebuah “drama” retaknya hubungan Bupati/ Wakil Bupati Gunungkidul.

Berawal ketidakhadiran Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., dalam beberapa agenda peringatan hari jadi, memunculkan berbagai persepsi publik. Masyarakat mengartikan hal tersebut suatu pertanda bahwa hubungan level pucuk pimpinan pemerintah daerah sedang tidak baik-baik saja.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., menyatakan bahwa beberapa kegiatan hari jadi sebenarnya telah mengundang wakil bupati.

“Bukti undangan juga disampaikan, beliu di Jakarta. Kemudian malam tirakatan beliu juga diundang tetapi juga berada di Jakarta, izin,” kata Endah yang diunggah di media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Endah juga meminta, Kabag Protokol untuk merekap alasan ketidakhadiran Wakil Bupati Gunungkidul di berbagai acara kegiatan hari jadi.

Menanggapi hal itu, Joko Parwoto, memberikan klarifikasi keadaan sebenarnya, meski sebelumnya, Joko beralibi sakit gigi.

Dari klarifikasi Joko yang beredar, dapat disimpulkan bahwa terjadi suatu peristiwa yang memicu retaknya hubungan antara bupati dan wakil bupati yang tidak lagi mampu mereka tutupi.

Bahkan, isu yang beredar di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gunungkidul, kejadian tersebut dikaitkan dengan peristiwa gladi bersih salah satu kegiatan hari jadi. Namun demikian, ASN yang saat itu mengetahui kejadian tersebut tidak bersedia menjelaskan secara detail.

Ketidakharmonisan hubungan pasangan Endah-Joko makin memanas dengan beredarnya pesan WhatsApp wakil bupati yang ditujukan kepada Sekda Gunungkidul, Sri Suhartanta, S.IP., M.Si.

“Mohon perhatian dan bantuan Pak Sekda untuk menyampaikan kepada Ibu Bupati agar senantiasa menjaga etika, tata krama serta penghormatan terhadap kedudukan dan martabat jabatan Bupati/Wakil Bupati dalam menjalankan pemerintah,” tulis wakil bupati melalui WhatsApp.

Pesan WA tersebut jelas menunjukan luapan kekecewaan wakil bupati terhadap Bupati Gunungkidul.

Jabatan wakil bupati, demikian Joko menegaskan, bukanlah ASN yang dapat diperlakukan atau ditegur secara tidak patut di depan pegawai Pemkab.

Pesan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, yang ditujukan ke pada Sekda Gunungkidul merupakan salah satu bukti bahwa hubungan komunikasi langsung maupun tidak langsung, antara bupati/wakil bupati, tidak berjalan dengan semestinya.

Memetik hikmah “Drama Hari Jadi” tersebut, masyarakat tentu berharap pasangan bupati/wakil bupati dapat segera membenahi hubungan kerja, maupun politik, mampu mengendalikan diri, sehingga dapat fokus memimpin dan memajukan Bumi Handayani kedepan.

Penulis: Sabdo D
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.