SAPTOSARI-JUMAT PON | Setelah sebelumnya mampu menghasilkan panen jeruk Sunkist dan Keprok mencapai empat ton pada panen perdana, Ngatemi (55) petani asal Padukuhan Karanggunung Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul merasa khawatir di musim panen tahun ini akan mengalami penurunan hasil panen.
Hal tersebut dikarenakan, sulitnya mendapatkan pupuk untuk perawatan kebun jeruk tersebut. Ngatemi membantu usaha anaknya dengan merawat kebun jeruk yang terletak di jalur wisata Pantai Ngeden, Saptosari, Gunungkidul.
“Saya merasa kesulitan mendapat pupuk, akibatnya seribu lima ratus pohon jeruk, ya seperti ini tidak jadi buahnya” kata Ngatemi, Senin, (18/01/2021).
Kendala yang dihadapi, ungkap Ngatemi, bahwa untuk perawatan pohon jeruknya hingga kini belum mendapat solusi sehingga musim tahun ini, Ngatemi merasa akan ada penurunan hasil panen.
Hal tersebut terlihat dari komdisi buah jeruk saat ini. Buah yang jarang-jarang tidak lebat seperti panen perdana tahun lalu.
Atas kendala yang dia hadapi, Ngatemi berharap, pemerintah melalui dinas terkait memberikan perhatian dan pendampingan sehingga keberadaan kebun jeruk Sunkist Gunungkidul dapat berkembang serta mampu bersaing dengan hasil jeruk luar. (Karyanto)
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…