EKONOMI

Hujan Tidak Merata, Panen Tidak Serentak

WONOSARI, Sabtu Paing – Musim tanam 2017-2018 curah hujan tidak merata sekaligus tidak menentu. Petani tadah hujan was-was, panen bisa berkurang karena proses tabur benih tidak bisa dilakukan secara serentak. Hujan turun lebih awal dari biasanya, dianggap membahayakan bagi pertumbuhan tanaman pangan, khususnya area non sawah.

Berdasarkan daur pranatamangsa, musim labuh yang mencakup mangsa kapat, kalima, dan kanem memiliki ciri agni (api). Hal demikian menandakan, walau sering turun hujan,  cuaca justru terasa sangat panas. Dalam terminologi pranatamangsa suasana seperti ini disebut semplah.

Fakta tahun 2017, hari ke 8 musim labuh, mangsa kapat, tepatnya 26 September 2017, sebagian wIlayah Kabupaten Gunungkidul (kecamatan Patuk) mulai diguyur hujan.

Akumulasi hari hujan, terhitung sejak 26 September 2017 hingga 18 November 2017 adalah 54 hari. Sementara intensitas  dan kemerataan hujan tidak menentu.

Hal ini mengakibatkan gerakan pertanian 18 kecamatan di Gunungkidul tidak serentak. Ada petani yang baru mulai tabur, tetapi tidak sedikit yang tanamanya telah berumur sebulan lebih.

Diperhitungkan, akibat paling buruk dari turunnya hujan yang tidak stabil, adalah volume panen untuk padi tegal dan jagung berkurang.

Tahun 2018 Indonesia memasuki tahun politik. Karena cuaca, kalau benar petani bakal kekurangan stok pangan, Pemerintah melakukan antisipasi seperti apa belum terbaca. Redaksi

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

7 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago