OPINI

INDONESIA DI ATAS PIRING

DA’I sejuta umat Kyai Haji Zainudin MZ dalam satu ceramahnya mengutip pesan Baginda Nabi Akhir Zaman.

Kelak, kata Zainudin MZ menirukan Rasulullah, akan datang masanya bahwa jumlah umat Islam itu sangat banyak, tetapi mereka tidak punya kekuatan apa-apa.

Umat Islam pada suatu saat diibaratkan seperti makanan di atas piring, mereka diperebutkan menjadi santapan dari berbagai penjuru angin.

Aqidahnya dirusak, peradabannya diracuni, gaya hidupnya diubah, cara dan cari makannya dituntun agar menghalalkan segala cara. Umat Islam diseret ke dalam jurang modernisasi dan westernisasi.

Akan datang masanya umat Islam begitu mencintai dunia tetapi mereka takut kepada kematian.

Dulu, peringatan tersebut disampaikan kepada para sahabat, sementara pikiran serta imajinasi mereka tidak mampu menembus zaman.

Padahal fakta itu benar dialami umat Islam pada posisi saat dijepit oleh musibah yang diberi tajuk Covid-19.

Betapa umat Islam begitu mencintai dunia dipertontonkan oleh para pemimpin. Tidak sedikit pemimpin Islam di Indonesia yang hati dan pikirannya begitu cinta pada dunia sehingga mereka tega menukar harga dirinya dengan penjara terkena OTT.

Umat Islam saat ini mendukung habis-habisan dalam memperbaiki struktur perekonomian (mencintai dunia secara melampaui batas) dengan cara mencari hutang ke luar negeri.

Sekarang hutang negara telah menumpuk hingga Rp 6 ribu trilyun lebih. Guna menghentikan pandemi, negara telah menggelontorkan Rp 300 trilyun.

Hasilnya, pandemi tidak kunjung reda, bahkan pemerintah makin ketakutan sehingga memilih kebijakan pelarangan mudik bagi kaum urban.

Pemerintah Indonesia pun ternyata memilih mencintai dunia karena takut perekonomian nasional mati.

Tragis, negeri yang pernah jaya di era Majapahit meletakkan kedaulatannya di atas piring untuk diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain.

Menteri pendidikan tidak penting-penting amat. Yang urgen adalah menteri investasi yang menurut pandangan pemerintah, Indonesia akan memimpin dunia. Kemajuannya akan melampaui Cina dan Amerika setelah 2045.

Bagaimana dengan Anda, Indonesia diletakkan di atas piring itu sebuah kebenaran atau kekeliruan fatal?. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

4 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

4 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago