MENJELANG datangnya Hari Raya Idul Fitri, tidak ada yang ribet, juga tidak ada yang perlu diributkan.
Warga negara kategori wong cilik yang menjalankan ibadah puasa tidak punya kepentingan lain kecuali meraih kemenangan.
Sesederhana itu impian umat, termasuk para petani yang tinggal di pelosok-pelosok dusun.
Puasa di bulan Ramadhan salah satu tujuannya adalah menyeimbangkan fisik dan batin, menyeimbangkan nafsu dan akal, bukan menghilangkan keduanya.
Dikutip dari laman bahasa langit, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ukuran iman atau takwa itupun dijelaskan secara gamblang, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu umat Islam umat pertengahan,” (umat yang seimbang kondisi lahir dan batinnya).
Tunjangan Hari Raya, tidak terlintas di dalam pikiran kami, kata Suto Noyo Dadap Waru, karena yang ada di benak kami hanya satu,” Taqabbalallahu ninna wa mingkum (semoga Allah menerima puasa dan amal kami serta puasa dan amal kalian).
THR, sekali lagi tidak akan mengalahkan kesukacitaan umat akan datangnya 1 Syawal setiap tahun.
Orang-orang yang tidak menjalani ibadah puasa wajib, tidak bakalan menikmati kemenangan. Yang dimenangkan pun apa, orang perang saja tidak. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…