INDONESIA MAU DIMASUKI PERGURUAN TINGGI ASING

1224

WONOSARI, Minggu Legi–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menengarai, Indonesia ketinggalan dalam dua hal, pertama investasi bidang infrastruktur, kedua investasi bidang sumber daya manusia. Tidak ada terobosan di bidang pendidikan, menurut Presiden, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain.

Hal di atas dikemukakan dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2018, di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2).

Berikutnya, Presiden Jokowi memahami rencana Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) yang mewacanakan kemungkinan mengizinkan masuknya perguruan tinggi dari luar negeri ke Indonesia. Menurut Presiden hal itu sebagai upaya meningkatkan persaingan di antara perguruan-perguruan tinggi di tanah air.

Namun Presiden meminta, sebelum hal itu dilakukan Menristekdikti perlu berbicara dengan para rektor di tanah air, baik rektor perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

“Semua diajak bicara. Kalau tanpa diberi kompetitor sudah berubah ya enggak usah. Tapi kalau kita tunggu enggak berubah, ya kita beri,” kata Presiden Jokowi, seperti dikutib Sekretariat Kabinet.

Yang diimpor ke Indonesia, tidak hanya beras, gula, kedelai, jagung, daging sapi dan garam. Perguruan tinggi pun ikut-ikutan diimpor. Prinsip dasar pendidikan yang dipelopori Ki Hadjar Dewantoro, tidak dikembangkan, tetapi dikesampingkan. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.