Rangkaian asesoris Rasulan itu, menurut Jepe seiring dengan tingkat kreativitas penyelenggara. Makin kreatif, makin diacungi jempol oleh pemegang otoritas kebudayaan, tandas Jepe.
Warga Jelok, Beji mengawinkan pentas musik keroncong dengan Merti Dusun, di tepi sungai terbesar di Gunungkidul motifnya adalah pengayaan model penyelenggaraan Bersih Dusun.
“Musik keroncong tidak dikenal di dunia pertanian. Karena musik tetsebut merupakan bagian dari kebudayaan elit,” ucap Jepe.
Masyarakat salah? Tidak, kata Jepe, itu sebuah konsekuensi logis dari kebijakan pemerintah yang belakangan ini memacu terlestarikannya kebudayaan untuk mengimbangi perkembangan pariwisata.
“Benar omongan Bang Bowo Bekti Suptinarso, bahwa sejatinya selain agenda rasulan, tujuan pentas lebih ke membiasakan masyarakat mendengarkan musik keroncong dan melihat tari tradisional,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…