Rangkaian asesoris Rasulan itu, menurut Jepe seiring dengan tingkat kreativitas penyelenggara. Makin kreatif, makin diacungi jempol oleh pemegang otoritas kebudayaan, tandas Jepe.
Warga Jelok, Beji mengawinkan pentas musik keroncong dengan Merti Dusun, di tepi sungai terbesar di Gunungkidul motifnya adalah pengayaan model penyelenggaraan Bersih Dusun.
“Musik keroncong tidak dikenal di dunia pertanian. Karena musik tetsebut merupakan bagian dari kebudayaan elit,” ucap Jepe.
Masyarakat salah? Tidak, kata Jepe, itu sebuah konsekuensi logis dari kebijakan pemerintah yang belakangan ini memacu terlestarikannya kebudayaan untuk mengimbangi perkembangan pariwisata.
“Benar omongan Bang Bowo Bekti Suptinarso, bahwa sejatinya selain agenda rasulan, tujuan pentas lebih ke membiasakan masyarakat mendengarkan musik keroncong dan melihat tari tradisional,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…