Rangkaian asesoris Rasulan itu, menurut Jepe seiring dengan tingkat kreativitas penyelenggara. Makin kreatif, makin diacungi jempol oleh pemegang otoritas kebudayaan, tandas Jepe.
Warga Jelok, Beji mengawinkan pentas musik keroncong dengan Merti Dusun, di tepi sungai terbesar di Gunungkidul motifnya adalah pengayaan model penyelenggaraan Bersih Dusun.
“Musik keroncong tidak dikenal di dunia pertanian. Karena musik tetsebut merupakan bagian dari kebudayaan elit,” ucap Jepe.
Masyarakat salah? Tidak, kata Jepe, itu sebuah konsekuensi logis dari kebijakan pemerintah yang belakangan ini memacu terlestarikannya kebudayaan untuk mengimbangi perkembangan pariwisata.
“Benar omongan Bang Bowo Bekti Suptinarso, bahwa sejatinya selain agenda rasulan, tujuan pentas lebih ke membiasakan masyarakat mendengarkan musik keroncong dan melihat tari tradisional,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…