PALIYAN – Rabu Legi | Demi Allah, bukan kami benci hingga mengirimmu jauh ke pesantren. Bukan kami tak cinta wahai anak kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini, saat kami tinggal pulang. Suatu saat, kau kan merindukan tangis perpisahan itu.
Selamat berjuang, anakku! Nanti juga kau akan paham mengapa kami titipkan engkau di pesantren. Maafkan kami tidak bisa seperti orang tua lain, memberimu segudang fasilitas dan kemewahan. Maafkan kami hanya bisa memberimu fasilitas akhirat.
Nanti, saat kami berbaring di ruang tengah dengan tubuh kaku, ada anak-anakku di samping kepalaku. Itulah hari terbahagia kami nanti menjadi orang tua, anakku. Jenazah kami teriring doa anak-anak kami sendiri.
Junjungan kita Baginda Nabi ﷺ pernah berkata, saat kita semua mati semua amal akan terputus kecuali tiga perkara. Do’amu adalah salah satunya.
Laa takhof wa laa tahzan, anakku.
Di pesantren sangat mengasyikkan. Temanmu teramat banyak seperti keluarga sendiri. Pengalamanmu akan luas. Jiwamu akan tegar. Kesabaranmu akan gigih. Kami hanya ingin kau bisa mendoakan kami sepanjang waktumu. Menyayangi kami dihari tua, selayaknya kami menyayangi engkau dihari kecilmu.
Page: 1 2
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…