NGLIPAR, SENIN KLIWON-Irene Suprapto pelaku bisnis sekaligus event organizer (EO) asal Kota Apel (Malang) menilai, batik Gunungkidul ada potensi mendunia. Persoalan substansial yang dihadapi, pembatik Gunungkidul berfikir konvensional. Bingung mencari modal, sementara pangsa pasar tidak jelas.
Irine Suprapto bersama Sudi, sang suami, yang mengaku bergulat dengan strategi pemasaran batik sejak tahun 2000 ini melemparkan kritik terang-terangan.
“Kalau pembatik Gunungkidul mau menembus dunia, jangan berfikir ortodok (tidak mengikuti zaman: red),” kata Irine di kediaman Mayor Sunaryanta, Minggu (30/12).
Kain batik, apapun motif dan dari mana pun asalnya, menurut Irine ada pangsa baru cukup besar, yakni generasi usia 20 hingga 30 tahun.
“Oleh sebagian besar pembatik, pangsa melenial itu tidak, atau belum ditangkap dengan baik,” tegas Irine,
Penilaian seperti itu dibeberkan di dalam diskusi kecil bersama Guntur dari Cyber Batik Mading, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Daru, pembatik dari Tancep, Kecamatan Ngawen, serta Siyono, pembatik asal Gedangsari.
“Selera generasi milenial, meski durasinya mungkin pendek, satu atau dua tahun, ngak apa-apa. Harus ditangkap dan dimasuki,” kata Irine memotivasi.
Kelemahan lain yang rata-rata justru mengambat pengusaha kecil dan menengah adalah permodalan. Irine menegaskan, mencari tambahan modal itu nomor ke sekian.
Modal, mikirnya belakangan. Yang utama adalah kreasi dan produksi. Ketika batik Gunungkidul bisa merebut selera pasar generasi muda, modal akan datang dengan sendirinya. Bank pasti akan menawarkan kerjasama.
“Pasar batik belum jelas, tetapi Anda keburu pinjam bank, itu berbahaya. Batik belum laku, duit menipis karena digerus cicilan tiap bulan,” pugkasnya. (Agung)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…