OPINI

Jalan Merangkak Hargosari-Kwarasan: Aksi Berlebihan dan Kontradiksi Dengan Jargon Sang Mayor

SAYA mengira kabar seorang relawan calon bupati Gunungkidul yang berjanji merangkak dari Desa Hargosari, Tanjungsari menuju Kwarasan, Nglipar, hanya sebatas guyonan. Hanya sebuah reflek ketika hatinya diliputi rasa lega karena jago yang dia perjuangkan menang dramatis dengan selisih suara tak banyak.

Nyatanya janji itu akan benar-benar dilaksanakan oleh sang relawan pada hari ini Senin, 14 Desember 2020. Lewat sebuah video yang santer diunggah di banyak story WA terlihat relawan militan bernama Sarjono mantab untuk melaksanakan janjinya. Saya menyayangkan bila  jalan merangkak itu akhirnya benar-benar terlaksana.

Aksi berjalan merangkak sejauh 23 KM  ini jelas berisiko dan sangat berat. Saya sudah tak sanggup membayangkan penderitaan yang akan dirasakan Kang Sar bila sudah mencapai setengah perjalanan.

Kang Sar akan benar-benar kelelahan, tangan dan dengkulnya akan seperti terbakar serta rentan sakit akibat aksinya nanti walaupun perlengkapan terbaik sudah disediakan, aneka jamu dan vitamin sudah diminum serta dikawal banyak orang.

Saya pernah bersepeda pelan dari Semanu ke daerah Klayar Nglipar dan rasanya sungguh lelah, nah ini merangkak, bukan sekedar jalan kaki, apalagi bersepeda.  Ironisnya dia melakukan aksi berbahaya ini tanpa subtansi dan manfaat selain wujud rasa suka cita atas kemenangan jagonya.

Secara simbolik merangkak juga kurang pas dengan jargon Sang Mayor ‘Gunungkidul Maju’ yang mencirikan kerja gesit dan cepat. Bukankah merangkak identik lamban? Bukankah dulu Pak Mayor memilih berlari saat mendaftarkan ke KPU dan bukan merangkak?

Cukup mengherankan Pak Mayor dan para elite Timses seperti Ndan Slamet Harjo tak melarang aksi ini. Bahkan dalam sebuah video terlihat Pak Mayor bertepuk tangan atas semangat dan keberanian Kang Sarjono.

Mestinya mereka bisa menasehati agar relawannya itu berjalan kaki saja yang lebih aman. Atau bila fisik lebih kuat ya berlari menirukan sang Jago. Bila jalan kaki dan berlari masih terlalu mainstream maka bisa dicari yang lebih kreatif, bermanfaat , mengundang simpati warga dan paling penting lebih sedikit risiko. Misalnya Kang Sarjono bisa menuntun sepeda dengan gerobaknya yang berisi cilok atau some dari Hargosari ke Kwarasan lalu di sepanjang jalan bisa membagi-bagikannya ke anak-anak. Bila satu soblok sudah habis relawan lain bisa mengisinya lagi.

Semua orang paham Kang Sarjono adalah seorang relawan militan yang sudah berjuang hebat untuk membantu memenangkan Pak Mayor-Pak Heri. Maka wajar belaka bila dia diliputi euforia kemenangan yang dahsyat, kemenangan yang mesti dirayakan. Hanya saja tak perlu dirayakan berlebihan dan aneh-aneh yang justru akan ‘gawe lorone awak’.

Bila mata kail sudah dilempar dan pantang ditarik lagi, bila janji itu akan tetap dilaksanakan, maka lakukan dengan tetap menakar kemampuan diri. Bila benar-benar lelah dan terluka maka jalan merangkak tak perlu dilanjutkan. Sudahi aksi saat itu juga. Kesehatan jauh lebih penting dari sekedar kehebohan.

Penulis: Aisworo Ang (merupakan tetangga Sarjono)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

6 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago