OPINI

JANGAN ABAIKAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Oleh Slamet S.Pd. MM

Membangun jalan gedung mewah, taman yang cantik, patung-patung megah memang menjadi kebijakan populis yang bisa memberikan pujian instan masyarakat, seolah-olah bupati / kepala daerah sudah berhasil dalam melaksanakan tugasnya.

Padahal ukuran ideal seorang kepala daerah adalah membuat kebijakan atau pembangunan yang berbasis pelayanan publik dan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia ataupun pendapatan daerah.

Perlu diketahui dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) telah tertulis dengan jelas bahwa pemerintahan daerah dibentuk untuk mengurus urusan wajib dan urusan pilihan. Jadi, hakikatnya pemerintahan daerah harus mengutamakan urusan wajib daripada urusan pilihan.

Urusan wajib itu soal pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan penataan kawasan pemukiman, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat dan sosial.

Sedangkan pem­ba­ng­un­an taman-taman cantik, patung-patung dan monumen-monumen penghias lainnya adalah urusan pemerintah yang masuk kategori pilihan.

Menyenangkan hati rakyat itu memang penting, namun men­ye­jah­te­rakan rakyat jauh lebih penting. Caranya, harus lebih mengutamakan urusan wajib ketimbang pilihan karena membuat taman-taman cantik atau monumen-monumen yang instagramable hanya akan menyenangkan hati rakyat secara sesaat. Dan, sudah bisa dilihat anggaran yang digunakan untuk semua itu tidak sedikit, namun manfaatnya hanya bisa dinikmati sebagian masyarakat.

Ujian Covid-19
Ketika pemerintahan daerah lebih fokus terhadap program-program yang instragamable dari pada urusan wajib, bisa dilihat banyak yang tidak siap ketika menghadapi persoalan pandemi Covid-19.

Banyak fasilitas kesehatan yang tidak lengkap, pustu-pustu banyak yang rusak dan tenaga medis yang tidak mencukupi sehingga banyak yang gugur karena ketidaksiapan pemerintahan daerah dalam menyediakan untuk penanganan merebaknya Covid.

Begitu juga dengan pendidikan yang terbengkalai karena adanya Covid-19 banyak fasilitas pendidikan yang tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar bagi para siswa, yakni internet dan juga aplikasi-aplikasi yang bisa membantu kelancaran proses belajar-mengajar.

Tidak terpenuhinya urusan wajib tersebut karena persoalan anggaran. Namun sejatinya pernyataan tersebut bisa dibantah dengan menyajikan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Jika di APBD anggaran untuk urusan wajib lebih sedikit daripada urusan pilihan, maka perlu dipertanyakan komitmennya dalam mengurus daerahnya.

Fokus utama pemerintahan daerah adalah urusan wajib; setelah urusan wajib ini dirasa sudah terpenuhi barulah beralih kepada urusan pilihan seperti mempercantik taman, membuat monumen yang indah, dan lain sebagainya.

Slamet, S.Pd.MM . Mantan Ketua DPRD Gunungkidul

infogunungkidul

Recent Posts

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

11 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

3 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

3 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

5 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

1 minggu ago