“Dimungkinkan tempat itu, dulu digunakan sebagai tempat bersesuci, juga sebagai air penghidupan,” ungkap Yuliyanto, Minggu, (5/5).
Sumber tersebut juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari, sebelum digantikan air PAM.
Empat Besar Festival Langen Carita Bocah, Diborong Kelompok Putaran 1
Tempat tersebut, Yuli bertutur, digunakan untuk wisata air, dan juga wisata budaya, serta wisata religi. Wisata budaya yang dimaksud seperti, acara ritual padusan yang dilakukan setiap setahun sekali.
Dalam ritual padusan secara simbolis air akan diambil dan digunakan untuk bersesuci oleh para pemangku adat.
Setelah itu, masyarakat umum diperbolehkan untuk melakukan padusan atau mandi jamas di Sungai Trukan. Selanjutnya setelah lebaran tiba masyarakat akan mengadakan ritual merti kali.
“Para perantau yang mudik akan kita ajak untuk merti kali ini,” ungkapnya. (jkn)






