OPINI

Kacang Batik Gunungkidul Camilan Organik Untuk Kesehatan

Oleh: Raden Mas Kukuh Hertriasning

Sejak awal abad 15, kacang tanah ( Arachis hypogaea L ), merupakan tanaman pangan populer di Indonesia.

Tanaman tropis asal Amerika Selatan ini, berkembang ke seluruh wilayah Nusantara, dibawa oleh para pedagang Spanyol, Portugis dan Cina ( Tahun 1597 ).

Sejak saat itu muncul banyak istilah untuk kacang tanah di Indonesia: kacang una, kacang suuk, kacang jebrol / brol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang benggala, dll.

Dalam perkembangannya, muncul varietas baru kacang tanah di Indonesia, buahnya lebih besar, bijinya lebih banyak dan mempunyai keunikan bergaris-garis dinamis, kemudian dikenal dengan nama Kacang Batik, sekarang mungkin hanya tumbuh di beberapa tempat.

Di Manado disebut Kacang Tore, Di Desa Pelita Kanaan, Kalimantan Timur disebut Kacang Tukul, dan di Desa Insana Fafinesu, NTT dikenal dengan nama Kacang Lurik.

Pada abad 16 s/d 17, keberadaan kacang ini menjadi sangat eksklusif karena hanya bisa dibeli oleh kalangan atas ( kerajaan / kasultanan dan petinggi VOC ) dan untuk ekspor.

Berdasarkan sejarah, sampailah bibit kacang ini ke Gunungkidul ( melihat kecocokan karakter / sifat tanah, jenis tanah, ketinggian, dll ), namun kemudian seiring perkembangan jaman, keberadaannya hilang.

Dengan bekal niat, semangat dan rencana, kami beserta Pak Binol dan teman-teman Petani pangan sehat Hayati Gunungkidul, menelisik jejak tanaman ini, dan akhirnya menemukan sejengkal sisa tanaman itu di Kapanewon Ngawen.

Dari segenggam bibit ini, Pak Binol beserta teman-teman Petani Hayati, mengembangkan dari tahun ke tahun hingga bisa untuk pembibitan dan diproduksi.

Yang membanggakan, kacang Batik Gunungkidul hasil pembibitan Pak Binol, sangat berbeda dengan kacang batik sejenis di tempat lain. Teksturnya lebih lembut, warna dan corak garis lebih tajam dan padat, rasanya lebih manis, lebih renyah, isinya lebih besar.

Yang istimewa, munculah varietas-varietas baru asli Gunungkidul. Kini masyarakat umum sudah dapat merasakan kacang eksklusif dan Manfaat Kacang Batik untuk kesehatan.

Cepuri nDalem Benawan ( Gallery Oleh Oleh Jogja ) atau Toko / Gerai binaan Cepuri nDalem Benawan dijual di 4 kabupaten dan 1 kota dengan harga terjangaku.

Kacang Batik Handayani produk tanaman pangan hayati unggulan Gunungkidul, produk ini icon tanaman pangan sehat DIY.

(Raden Mas Kukuh Hertriasning adalah Kerabat Kraton Yogyakarta Hadiningrat)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago