KESEHATAN

Karena Mendadak, Instruksi Rapid Test Sulit Dijalankan di Gunungkidul

WONOSARI-SENIN LEGI | Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Jumat (18/12/2020) lalu menginstruksikan para pelaku perjalanan wajib memiliki surat hasil non reaktif Rapid Test Antigen. Kebijakan ini berlaku bagi mereka yang masuk ataupun keluar DIY.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan bahwa, tidak mudah menjalankannya. Pasalnya, instruksi tersebut disampaikan saat sudah mendekati libur panjang akhir tahun.

“Instruksinya kan baru disampaikan minggu lalu, jadi buat kami agak kesulitan untuk realisasinya,” kata Dewi dalam jumpa pers di Logandeng, Playen pada Senin (21/12/2020) siang.

Ia mengatakan kesulitan tersebut dimulai dari sisi pengadaan. Sebab ada mekanisme dan persyaratan yang harus dilewati agar bisa mendapatkan alat Rapid Test Antigen tersebut.

Lantaran dianggap mendadak, Dewi pun menyatakan Gunungkidul belum siap untuk instruksi tersebut jika harus diberlakukan pada libur akhir tahun ini. Namun secara anggaran pihaknya tidak ada masalah.

“Berkaitan dengan instruksi ini tentu akan dikoordinasikan lagi bagaimana pelaksanaannya nanti,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Asti Wijayanti pun menyampaikan alasan serupa. Proses yang berjenjang membuat praktek dari instruksi tersebut sulit dilakukan.

Ia mencontohkan bagaimana ketika pengunjung yang sudah terlanjur tiba di pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) harus ditanyakan hasil Rapid Test Antigen. Begitu juga dengan mekanisme tindak lanjut jika hasilnya diketahui reaktif.

“Apakah mereka harus pulang atau tidak, tentu jadi sulit. Belum lagi situasi mudah sekali berubah,” tutur Asti.

Ia pun mengaku tidak pemantauan ataupun pengawasan khusus bagi pengunjung berkaitan dengan hasil Rapid Test Antigen. Sebab situasinya sangat bergantung pada Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten.

Pun begitu, berbagai langkah sudah disiapkan demi meminimalisir resiko penyebaran COVID-19 dari destinasi wisata. Asti mengatakan pembatasan pengunjung tetap diberlakukan selama libur panjang nanti.

“Kami juga lakukan persiapan agar protokol kesehatan di destinasi wisata dijalankan sebaik mungkin,” jelasnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

5 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

5 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago