EKONOMI

Kelompok Tani Ngudi Makmur Panen Emas Hijau

NGLIPAR-KAMIS LEGI | Khoirudin alias Kirun (46) Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur bersama anggotanya, dua tahunan terakhir menanam melon, semangka serta cabai. Petani meraup rupiah ratusan juta.

Didampingi Mustofa (47) petani andalan melon Kulon Progo. Selasa ( 24/11/20) Ngudi Makmur Dusun Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, mengundang Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul untuk memanen melon dan cabe.

Kadinas Pertanian Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto didaulat Kelompok untuk memetik melon dan cabe Usai prosesi panen dilakukan temu wicara.

Mustofa mitra poktan Ngudi Makmur menyampaikan laporan, lahan yang diusahakan untuk tanaman melon seluas 1 hektar. Dia memperkirakan panen bulan November 2020 sebanyak 30 ton.

“Harga November 2020 Rp 10.000,00 per kilogram, sehingga Ngudi Makmur meraup hasil Rp 300.000.000,00,” ujar Mustofa, 24/11/20.

Budidaya yang dipergunakan adalah tanam melon tanpa lanjaran. Tiap batang menghasilkan 3 buah, bobot per buah 2 kilogram.

Tanam tanpa lanjaran dilakukan karena melon bisa berbuah 3, tetapi jika dengan lanjaran hanya menghasilkan satu biji seperti banyak dilakukan di Sragen dan Sukoharjo.

“Dengan 3 buah per batang, jika satu rusak masih menyisakan 2 buah,” jelas Mustofa.

Melaporkan soal pemasaran, Mustofa bilang sudah terbentuk jaringan, sehingga produk akan terserap oleh pasar.

Selebihnya Mustofa memaparkan, petani tidak tergantung pada pupuk bersubsidi. Kelompok memilih pupuk tunggal phospat dan KCl. Menurut Mustofa lebih efesien. Dengan takaran pupuk yang tepat, terbukti melon terasa manis meski panennya di musim penghujan.

Berikutnya Mustofa bertutur soal cabai yang ditanam dan akan panen merupakan cabai rawit. Total tanaman sebanyak 10.000 batang.

Durasi panen, terang Mustofa, 50 kali, tiap 1 batang menghasilkan 1 kilogram, sehingga sampai selesai panen diperkirakan menghasilkan 10 ton, dan jika satu kilo dihargai Rp 20.000,00 akan menghasilkan Rp.200.000.000,00. Hasil lumayan besar.

“Tanah Klayar ibarat emas hijau,” kata Khoirudin menimpali.

Kadinad Pertanian Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto setuju bahwa tanah di Klayar menghasilkan emas hijau. Di mana mendorong poktan terus mengembangkan usahanya karena terbukti meningkatkan pendapatan petani.

Bambang Wisnu Broto berharap agar mitra poktan masih terus mau menularkan ilmunya, melatih para petani di Klayar dan sekitar.

“Dinas akan terus mensuport usaha para petani dan poktan untuk maju,” kata Bambang Wisnu Broto (Bambang Wahyu Widayadi)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago