EKONOMI

Inovasi Sederhana: Ketela Pohong Berbuah Susun Tiga

WONOSARI-JUMAT PAHING | Gunungkidul dikenal sebagai kota gaplek karena produk ketela pohong atau ubi kayu cukup melimpah.

Dalam buku Informasi Pembangunan yang diterbitkan 2019, tahun 2018 produksi ketela mencapai 784.493 ton, dengan rata-rata produksi 172,99 kg per Ha, dari luas lahan 45.350 Ha.

Dengan luas lahan yang sama yakni 45.350 Ha, produksi ketela di Gunungkidul, sesungguhnya bisa dinaikkan.

Ir. Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kabupaten Gunungkiful, kepada awak media memaparkan fakta kenaikan produk ketela pohong tahun 2020.

Kadinas Pertanian Pangan memaparkan, bahwa tahun 2019, luas panen ketela pohong tercatat 45.816 hektare, sementara tahun 2020 luas panen turun 43.855 hektare.

“Tetapi produktifitas per hektare naik sangat drastis. Tahun 2019 baru mencapai 138,19 ton per hektare, tahun 2020 melonjak menjadi 228,4 ton per hektare,” kata Bambang Wisnu Broto, di kantornya 25/11/20.

Produksi ketela tahun 2019 tercatat 719.215 ribu ton, sementara di tahun 2020, menurut data Dinas Pertanian Pangan 1.001.629 ton.

“Kenaikan produksi ketela basah tercatat mencapai 139 prosen,” tegas Bambang Wisnu Broto.

Menurut dia, kenaikan produksi ketela di Gunungkidul itu disebabkan banyak faktor. Satu di antaranya inovasi sederhana yang dilakukan petani.

Tumiran, warga Kapanewon Patuk, kata Kadinas, melakukan terobosan sederhana. Sebelum tanam, batang ketela di bagian mata dihilangan satu hingga dua mata. Tujuannya, agar bagian yang dilukai tersebut tumbuh akar, sehingga produk ketela tidak hanya di pangkal batang.

“Saat ini, pohon ketela buahnya bersusun dua bahkan tiga. Jadi masuk akal jika produksi naik,” terang Bambang Wisnu Broto.

Produk turunan ketela, lanjut Kadinas, warga Gunungkidul mulai membuat tepung mocaf juga mie instan, di samping gatot dan thiwul. (Bambang Wahyu)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

3 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

4 minggu ago